Kisah Nabi Musa Dan Nabi Khidr

Kisah Musa dan Khiḍr dituturkan oleh Al-Qur’an dalam Surah Al-Kahf ayat 65-82. Menurut Ibnu Abbas, Ubay bin Ka’ab menceritakan bahawa beliau mendengar nabi Muhammad bersabda: “Sesungguhnya pada suatu hari, Musa berdiri di khalayak Bani Israil lalu beliau ditanya, “Siapakah orang yang paling berilmu?” Jawab Nabi Musa, “Aku” Lalu Allah menegur Nabi Musa dengan firman-Nya, “Sesungguhnya di sisi-Ku ada seorang hamba yang berada di pertemuan dua lautan dan dia lebih berilmu daripada kamu.”

Lantas Musa pun bertanya, “Wahai Tuhanku, dimanakah aku dapat menemuinya?” Allah pun berfirman, “Bawalah bersama-sama kamu seekor ikan di dalam sangkar dan sekiranya ikan tersebut hilang, di situlah kamu akan bertemu dengan hamba-Ku itu.” Sesungguhnya teguran Allah itu mencetuskan keinginan yang kuat dalam diri Nabi Musa untuk menemui hamba yang shalih itu. Di samping itu, Nabi Musa juga ingin sekali mempelajari ilmu dari Hamba Allah tersebut.

Musa kemudiannya menunaikan perintah Allah itu dengan membawa ikan di dalam wadah dan berangkat bersama-sama pembantunya yang juga merupakan murid dan pembantunya, Yusya bin Nun.

Mereka berdua akhirnya sampai di sebuah batu dan memutuskan untuk beristirahat sejenak karena telah menempuh perjalanan cukup jauh. Ikan yang mereka bawa di dalam wadah itu tiba-tiba meronta-ronta dan selanjutnya terjatuh ke dalam air. Allah SWT membuatkan aliran air untuk memudahkan ikan sampai ke laut. Yusya` tertegun memperhatikan kebesaran Allah menghidupkan semula ikan yang telah mati itu.

Selepas menyaksikan peristiwa yang sungguh menakjubkan dan luar biasa itu, Yusya’ tertidur dan ketika terjaga, beliau lupa untuk menceritakannya kepada Musa Mereka kemudiannya meneruskan lagi perjalanan siang dan malamnya dan pada keesokan paginya,

“ Nabi Musa berkata kepada Yusya` “Bawalah ke mari makanan kita, sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini.” (Surah Al-Kahfi : 62) ”
Ibn `Abbas berkata, “Nabi Musa sebenarnya tidak merasa letih sehingga baginda melewati tempat yang diperintahkan oleh Allah supaya menemui hamba-Nya yang lebih berilmu itu.” Yusya’ berkata kepada Nabi Musa,

“ “Tahukah guru bahwa ketika kita mencari tempat berlindung di batu tadi, sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak lain yang membuat aku lupa untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu kembali masuk kedalam laut itu dengan cara yang amat aneh.” (Surah Al-Kahfi : 63) ”
Musa segera teringat sesuatu, bahwa mereka sebenarnya sudah menemukan tempat pertemuan dengan hamba Allah yang sedang dicarinya tersebut. Kini, kedua-dua mereka berbalik arah untuk kembali ke tempat tersebut yaitu di batu yang menjadi tempat persinggahan mereka sebelumnya, tempat bertemunya dua buah lautan.

“ Musa berkata, “Itulah tempat yang kita cari.” Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula. (Surah Al-Kahfi : 64) ”
Terdapat banyak pendapat tentang tempat pertemuan Musa dengan Khidir. Ada yang mengatakan bahawa tempat tersebut adalah pertemuan Laut Romawi dengan Parsia yaitu tempat bertemunya Laut Merah dengan Samudra Hindia. Pendapat yang lain mengatakan bahwa lautan tersebut terletak di tempat pertemuan antara Laut Roma dengan Lautan Atlantik. Di samping itu, ada juga yang mengatakan bahwa lautan tersebut terletak di sebuah tempat yang bernama Ras Muhammad yaitu antara Teluk Suez dengan Teluk Aqabah di Laut Merah.

Persyaratan belajar
Setibanya mereka di tempat yang dituju, mereka melihat seorang hamba Allah yang berjubah putih bersih. Nabi Musa pun mengucapkan salam kepadanya. Khidir menjawab salamnya dan bertanya, “Dari mana datangnya kesejahteraan di bumi yang tidak mempunyai kesejahteraan? Siapakah kamu” Jawab Musa, “Aku adalah Musa.” Khidir bertanya lagi, “Musa dari Bani Isra’il?” Nabi Musa menjawab, “Ya. Aku datang menemui tuan supaya tuan dapat mengajarkan sebagian ilmu dan kebijaksanaan yang telah diajarkan kepada tuan.”

Khidir menegaskan, “Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup bersabar bersama-samaku.” (Surah Al-Kahfi : 67) “Wahai Musa, sesungguhnya ilmu yang kumiliki ini ialah sebahagian daripada ilmu karunia dari Allah yang diajarkan kepadaku tetapi tidak diajarkan kepadamu wahai Musa. Kamu juga memiliki ilmu yang diajarkan kepadamu yang tidak kuketahuinya.”

“ Nabi Musa berkata, “Insya Allah tuan akan mendapati diriku sebagai seorang yang sabar dan aku tidak akan menentang tuan dalam sesuatu urusan pun.” (Surah Al-Kahfi : 69) ”
“ Dia (Khidir) selanjutnya mengingatkan, “Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu pun sehingga aku sendiri menerangkannya kepadamu.” (Surah Al-Kahfi : 70) ”
Perjalanan Khidr dan Musa
Demikianlah seterusnya Musa mengikuti Khidir dan terjadilah beberapa peristiwa yang menguji diri Musa yang telah berjanji bahawa baginda tidak akan bertanya sebab sesuatu tindakan diambil oleh Nabi Khidir. Setiap tindakan Nabi Khidir a.s. itu dianggap aneh dan membuat Nabi Musa terperanjat.

Kejadian yang pertama adalah saat Nabi Khidir menghancurkan perahu yang ditumpangi mereka bersama. Nabi Musa tidak kuasa untuk menahan hatinya untuk bertanya kepada Nabi Khidir. Nabi Khidir memperingatkan janji Nabi Musa, dan akhirnya Nabi Musa meminta maaf karena kalancangannya mengingkari janjinya untuk tidak bertanya terhadap setiap tindakan Nabi Khidir.

Selanjutnya setelah mereka sampai di suatu daratan, Nabi Khidir membunuh seorang anak yang sedang bermain dengan kawan-kawannnya. Peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh Nabi Khidir tersebut membuat Nabi Musa tak kuasa untuk menanyakan hal tersebut kepada Nabi Khidir. Nabi Khidir kembali mengingatkan janji Nabi Musa, dan beliau diberi kesempatan terakhir untuk tidak bertanya-tanya terhadap segala sesuatu yang dilakukan oleh Nabi Khidir, jika masih bertanya lagi maka Nabi Musa harus rela untuk tidak mengikuti perjalanan bersama Nabi Khidir.

Selanjutnya mereka melanjutkan perjalanan hingga sampai disuatu wilayah perumahan. Mereka kelelahan dan hendak meminta bantuan kepada penduduk sekitar. Namun sikap penduduk sekitar tidak bersahabat dan tidak mau menerima kehadiran mereka, hal ini membuat Nabi Musa merasa kesal terhadap penduduk itu. Setelah dikecewakan oleh penduduk, Nabi Khidir malah menyuruh Nabi Musa untuk bersama-samanya memperbaiki tembok suatu rumah yang rusak di daerah tersebut. Nabi Musa tidak kuasa kembali untuk bertanya terhadap sikap Nabi Khidir ini yang membantu memperbaiki tembok rumah setelah penduduk menzalimi mereka. Akhirnya Nabi Khidir menegaskan pada Nabi Musa bahwa beliau tidak dapat menerima Nabi Musa untuk menjadi muridnya dan Nabi Musa tidak diperkenankan untuk terus melanjutkan perjalannya bersama dengan Nabi Khidir.

Selanjutnya Nabi Khidir menjelaskan mengapa beliau melakukan hal-hal yang membuat Nabi Musa bertanya. Kejadian pertama adalah Nabi Khidir menghancurkan perahu yang mereka tumpangi karena perahu itu dimiliki oleh seorang yang miskin dan di daerah itu tinggallah seorang raja yang suka merampas perahu miliki rakyatnya.

Kejadian yang kedua, Nabi Khidir menjelaskan bahwa beliau membunuh seorang anak karena kedua orang tuanya adalah pasangan yang beriman dan jika anak ini menjadi dewasa dapat mendorong bapak dan ibunya menjadi orang yang sesat dan kufur. Kematian anak ini digantikan dengan anak yang shalih dan lebih mengasihi kedua bapak-ibunya hingga ke anak cucunya.

Kejadian yang ketiga (terakhir), Nabi Khidir menjelaskan bahwa rumah yang dinding diperbaiki itu adalah milik dua orang kakak beradik yatim yang tinggal di kota tersebut. Didalam rumah tersebut tersimpan harta benda yang ditujukan untuk mereka berdua. Ayah kedua kakak beradik ini telah meninggal dunia dan merupakan seorang yang shalih. Jika tembok rumah tersebut runtuh, maka bisa dipastikan bahwa harta yang tersimpan tersebut akan ditemukan oleh orang-orang di kota itu yang sebagian besar masih menyembah berhala, sedangkan kedua kakak beradik tersebut masih cukup kecil untuk dapat mengelola peninggalan harta ayahnya. Dipercaya tempat tersebut berada di negeri Antakya, Turki.

Akhirnya Nabi Musa as. sadar hikmah dari setiap perbuatan yang telah dikerjakan Nabi Khidir. Akhirya mengerti pula Nabi Musa dan merasa amat bersyukur karena telah dipertemukan oleh Allah dengan seorang hamba Allah yang shalih yang dapat mengajarkan kepadanya ilmu yang tidak dapat dituntut atau dipelajari yaitu ilmu ladunni. Ilmu ini diberikan oleh Allah SWT kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Nabi Khidir yang bertindak sebagai seorang guru banyak memberikan nasihat dan menyampaikan ilmu seperti yang diminta oleh Nabi Musa dan Nabi Musa menerima nasihat tersebut dengan penuh rasa gembira.

Saat mereka didalam perahu yang ditumpangi, datanglah seekor burung lalu hinggap di ujung perahu itu. Burung itu meneguk air dengan paruhnya, lalu Nabi Khidir berkata, “Ilmuku dan ilmumu tidak berbanding dengan ilmu Allah, Ilmu Allah tidak akan pernah berkurang seperti air laut ini karena diteguk sedikit airnya oleh burung ini.”

Sebelum berpisah, Khidir berpesan kepada Musa: “Jadilah kamu seorang yang tersenyum dan bukannya orang yang tertawa. Teruskanlah berdakwah dan janganlah berjalan tanpa tujuan. Janganlah pula apabila kamu melakukan kekhilafan, berputus asa dengan kekhilafan yang telah dilakukan itu. Menangislah disebabkan kekhilafan yang kamu lakukan, wahai Ibnu `Imran.”

Hikmah kisah Khidir
Dari kisah Khidir ini kita dapat mengambil pelajaran penting. Diantaranya adalah Ilmu merupakan karunia Allah SWT, tidak ada seorang manusia pun yang boleh mengklaim bahwa dirinya lebih berilmu dibanding yang lainnya. Hal ini dikarenakan ada ilmu yang merupakan anugrah dari Allah SWT yang diberikan kepada seseorang tanpa harus mempelajarinya (Ilmu Ladunni, yaitu ilmu yang dikhususkan bagi hamba-hamba Allah yang shalih dan terpilih)

Hikmah yang kedua adalah kita perlu bersabar dan tidak terburu-buru untuk mendapatkan kebijaksanaan dari setiap peristiwa yang dialami. Hikmah ketiga adalah setiap murid harus memelihara adab dengan gurunya. Setiap murid harus bersedia mendengar penjelasan seorang guru dari awal hingga akhir sebelum nantinya dapat bertindak diluar perintah dari guru. Kisah Nabi Khidir ini juga menunjukan bahwa Islam memberikan kedudukan yang sangat istimewa kepada guru.

Di Baca Yuuuuk Sobat......

Labels : Cerita Hikmah Pasar Batik Murah Solo Batik Cinta IBU

SHOLAT SUNNAH TAUBAT




Shalat Taubat adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim saat ingin bertobat terhadap kesalahan yang pernah ia lakukan. Shalat taubat dilaksanakan dua raka’at dengan waktu yang bebas kecuali pada waktu yang diharamkan untuk melakukan shalat (lihat pada shalat sunnat). Shalat yang dikerjakan oleh seseorang disebabkan menyesali perbuatan maksiat (dosa) dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Dari Ali -radhiallahu anhu- dari Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda, “Tidaklah seseorang melakukan perbuatan dosa lalu di bangun dan bersuci, kemudian mengerjakan shalat, dan setelah itu memohon ampunan kepada Allah melainkan Allah akan memberikan ampunan kepadanya.” (HR. At-Tirmizi, Abu Dawud dan Ibnu Majah, serta dishahihkan oleh Asy-Syaikh Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmizi I/128)
Hadits di atas dijadikan dalil oleh para ulama akan adanya shalat sunnah taubat, sebagaimana yang disebutkan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Umar Bazmul dalam kitabnya Bughyatul Muthathawwi’ fii Shalat at-Tatawwu’.
Dan hadits ini juga didukung oleh keumuman firman Allah Ta’ala, “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri mereka sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali Imran : 135)

Sesungguhnya termasuk rahmat Allah subhanahu wa ta’ala terhadap umat ini adalah terbukanya pintu taubat untuknya. Pembukaan pintu taubat ini tidak akan terputus sehingga roh telah sampai di tenggorokan atau matahari terbit dari barat. Dan termasuk rahmat-Nya pula terhadap umat ini adalah disyariatkannya sebuah ibadah yang sangat agung, yang dengannya seorang hamba bertawassul kepada Rabb-Nya dengan berharap diterima taubatnya. Ibadah tersebut adalah shalat taubat.

Berikut ini sebagian permasalahan berkenaan dengan shalat tersebut.

Disyari’atkannya Shalat Taubah
Ahli ilmu telah bersepakat adanya shlat taubat dalam syari;at ini. Diriwayatkan dari Abu Bakar radhyiallahu’anhu bahwa dia telah berkata: “Aku mendengar Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Tidak ada seorang hamba yang berbuat suatu dosa, kemudian membaguskan wudhunya, lalu berdiri shalat dua rakaat, kemudian beristighfar (memohon ampun) kepada Allah kecuali Allah pasti mengampuninya. “Kemudian beliau membaca ayat: “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (Ali Imran:35)” (Riwayat. Abu Dawud (1521), dishahihkan oleh al-Albani dalam shahih Abu Dawud (4/21))
Dari Abu Darda radhyiallahu’anhu dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallahu’alahi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa berwidhu’, kemudian membaguskan waudhu’nya, kemudian dia berdiri shalat dua rakaat atau empat rakaat, pada kedua rakaat itu dia memperbagus dzikir dan khusyu’nya, kemudian dia beristighfar (memohon ampun) kepada Allah subhanahu wa ta’ala, maka Allah pasti mengampuninya. “(Riwayat. Ahmad (26997), disebutkan oleh al-Albani dalam silsilah Al-Ahadist as-Shaihah (3398))
Sebab Shalat Taubat
Sebab shalat taubat adalah terjerumusnya seorang muslim ke dalam perbuatan maksiat, apakah maksiat besar atau maksiat kecil. Maka wajib atasnya untuk segera bertaubat darinya, dan disunnahkan baginya untuk melakukan dua rakaat ini. Saat bertaubat dia harus melakukan amal shalih, yang diantaranya adalah shalat taubah ini dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dan mendapatkan keutamaannya. Menghadap Allah subhanahu wa ta’ala dengan washilah shalat ini diharapkan Allah subhanahu wa ta’ala menerima taubat dan mengampuni dosanya.
Waktu Pelaksanaan Shalat Taubat
Pelaksanaan shalat ini sunnah dilakukan saat seorang muslim berkeinginan kuat untuk bertaubat dari sebuah dosa yang telah dikerjakannya. Apakah segera setelah terjerumus melakukan maksiat ataukah setelah itu.


Orang yang telah berbuat dosa harus segera bertaubat, akan tetapi jika ia menunda taubat maka taubatnya pun diterima karena Allah, dikarenakan taubat tetap akan diterima selagi salah satu dari penghalang taubat berikut ini belum terjadi:

Jika roh telah sampai ke kerongkongan, Rasulllah shallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah akan menerima taubatnya seorang hamba selagi belum sekarang.” (dihasankan oleh al-Albani dalam Shahih at-Turmudzi (3537))
Jika matahari telah terbit dari arah barat. Nabi shallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa bertaubat sebelum matahari terbut dari arah terbenamnya maka Allah menerima taubatnya.” (Riwayat. Muslim (2703))
Shalat ini disyariatkan pada setiap waktu, termasuk pada waktu-waktu terlarang (seperti, setelah shalat Ashar), dikarenakan shalat taubat ini termasuk shalat yang memiliki sebab, maka di syariatkan saat adanya suatu sebab.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: “Semua ibadah yang memilki sebab akan lepas (hilang) jika diakhirkan atau ditunda sampai berakhirnya waktu larangan, seperti sujud tilawah, tahiyatul masjid, shalat kusuf, shalat setelah wudhu’ seperti pada hadist Bilal rahimahullah, demikian pula shalat istikharah akan lepas jika orang yang akan beristikharah mengakhirkannya, juga shalat taubat, jika seorag berbuat dosa, maka ia wajib segera bertaubat, yaitu disunnahkan baginya untuk shalat dua rakaat, kemudian bertaubat sebagaimana yang disebtkan dalam hadist Abu Bakar as-Shiddiq…” (Majmu’ Fatawa (23/215))
Sifat Shalat Taubah

Shalat taubah terdiri dari dua rakaat, sebagaimana pada hadist Abu Bakar as-Shiddiq rahimahullah. Shalat ini disyariatkan bagi orang yang bertaubat secara sendirian, dikarenakan shalat ini termasuk shalat nafilah yang tidak disyariatkan dikerjakan dalam berjamaah. Setelah itu disunnahkan baginya untuk beristighfar (memohon ampun) kepada Allah subhanahu wa ta’ala berdasarkan hadist Abu Bakar rahimahullah.
Dan tidak pernah diriwayatkan dari Nabi shalalhu’alaihi wa sallam bahwa beliau shalallahu’alaihi wa sallam menganjurkan bacaan tertentu pada dua rakaat ini. Maka hendaknya membaca apa saja yang dikehendakinya.
Disunnahkan bagi orang yang bertaubat dengan shalat ini untuk bersngguh-sungguh dalam melakukan amal shalih, berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta’ala yang artinya:
“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar.” (Thaha: 82)
Diantara amal shalih yang paling utama diamalkan oleh orang yang bertaubat adalah bershadaqah, dikarenakan shadaqah adalah termasuk sebab terbesar untuk dihapuskannya dosa-dosa. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya:
“Jika kamu menampakkan sedekah (mu), maka itu adalh baik sekali, dan jika kamu menyembuknyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu, dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu.” (Al-Baqarah: 271)
Dan telah tetap dari ka’ab bin malik radhiyallahu’anhu bahwa dia berkata saat Allah menerima taubatnya: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya termasuk taubatku, aku akan menanggalkan (seluruh) hartaku sebagai shadaqah untuk Allah dan Rasul-Nya. ” maka Rasulullah shalallhu’alaihi wa sallam bersabda:
“Pertahankan sebagian hartamu, itu lebih baik bagi dirimu. “maka dia berkata: “Sesungguhnya aku tahan bagianku pada perang khaibar.” (Muttafaqun’alaihi)

Adapun syarat diterimanya taubat, maka Asy-Syaikh Abdul Aziz Ar-Rajihi -hafizhahullah- menyebutkan ada delapan, yaitu:

1.Taubatnya harus ikhlas, hanya mengharapkan dengannya wajah Allah. Taubatnya bukan karena riya, bukan pula karena sum’ah (keinginan untuk didengar) dan bukan pula karena dunia.
2.Berlepas diri dari maksiat tersebut.
3.Menyesali dosa yang telah dia kerjakan tersebut.
4.Bertekad untuk tidak mengulangi maksiat tersebut.
5.mengembalikan apa yang kita zhalimi kepada pemiliknya, kalau kezhalimannya berupa darah atau harta atau kehormatan.
Kami katakan: Maksudnya kalau kita menzhalimi seseorang pada darahnya, harta atau kehormatannya, maka kita wajib untuk meminta maaf kepadanya dan meminta kehalalan darinya atas kezhaliman kita.
6.Bertaubat sebelum roh sampai ke tenggorokan (sakratul maut).
7.Siksaan belum turun menimpa dirinya.
8.Matahari belum terbit dari sebelah barat.

Di Baca Yuuuuk Sobat......

Labels : Cerita Hikmah Pasar Batik Murah Solo Batik Cinta IBU

7 GOLONGAN YANG DI LINDUNGI ALLAH SWT DI AKHIROT

Rasulullah saw bersabda: ” Tujuh orang yang akan dilindungi Allah dalam naungan-Nya yaitu: Imam (pemimpin) yang adil; pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah pada Allah; orang yang hatinya selalu terikat pada masjid; dua orang yang saling mencintai karena Allah, berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah pula; seorang lelaki yang dirayu oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan dan kecantikan tetapi ia menolaknya seraya berkata ‘Aku takut kepada Allah’; orang yang bersedekah sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat oleh tangan kanannya; dan seorang yang berdzikir kepada Allah sendirian lalu menitikkan airmatanya.” (HR. Bukhari Muslim)

1.Imam (pemimpin) yang adil Dalam ajaran Islam

seorang imam atau pemimpin haruslah berlaku adil, karena segala hal yang menjadi tanggungjawabnya akan dipertanyakan kembali di akhirat kelak. Maka bergembiralah bagi pemimpin yang dapat berlaku adil, karena akan mendapatkan naungan di sisi Allah swt di akhirat nanti. Pemimpin yang dimaksud tidak hanya pemimpin sebuah negara ataupun penguasa suatu tempat, namun termasuk pula seorang suami yang memimpin isteri dan anak-anaknya dalam sebuah keluarga.


2.Pemuda tumbuh dewasa dalam beribadah pada Allah swt

Allah juga menjanjikan naungan atau lindungan di akhirat kepada pemuda yang senantiasa hidup dalam ibadah kepada Allah swt. Ibadah yang dilakukan tersebut dilakukan semata-mata karena Allah swt, seakan-akan Allah melihat segala perbuatan dan amal ibadahnya itu.

3.Orang yang hatinya selalu terikat pada masjid Masjid adalah rumah Allah swt.

Naungan Ilahi akan selalu ada di akhirat nanti bagi orang yang senantiasa rindu untuk beribadah di masjid dan merasa betah berada di dalamnya. Setiap waktu, ia selalu menunggu-nunggu tiba saatnya untuk datang ke masjid untuk sholat wajib maupun sunnah, sholat berjamaah, mengaji, mendengarkan ceramah, dan sebagainya.
4.Dua orang yang saling mencintai karena Allah swt,

berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah pula Dua orang yang saling mencintai karena Allah akan mendapatkan lindungan dari Allah swt di akhirat nanti, dan Allah swt akan mengizinkan kedua orang tersebut untuk masuk ke dalam syurga-Nya. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda: “Ada seorang lelaki yang ingin mengunjungi saudaranya di sebuah desa. Di dalam perjalanannya Allah SWT mengutus seorang malaikat untuk mengawasinya. Ketika lelaki itu sampai padanya, malaikat itu berkata, “Kemanakah engkau akan pergi?’ Lelaki itu menjawab, ‘Aku ingin mengunjungi saudaraku di desa ini.’ Malaikat itu bertanya lagi, ‘Apakah engkau punya kepentingan dari kenikmatan di desa ini?’ Lelaki itu menjawab, ‘Tidak, hanya saja aku mencintainya karena Allah.’ Kemudian malaikat itu berkata, ‘Sesungguhnya aku adalah utusan Allah SWT yang diutus kepadamu, bahwa Allah juga mencintaimu sebagaimana kamu mencintai-Nya.”


5.Seorang lelaki yang dirayu oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan dan kecantikan tetapi ia menolaknya seraya berkata ‘Aku takut kepada Allah’

Hal tersebut merupakan salah satu ujian bagi seorang laki-laki, dimana wanita adalah ujian yang sungguh berat bagi kaum laki-laki. Seorang laki-laki yang beriman pada Allah swt takut kepada Allah dan takut kepada azab api neraka, sehingga laki-laki ini sentiasa mendapat perlindungan dari-Nya.


6.Orang yang bersedekah sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat oleh tangan kanannya

Allah swt akan memberikan perlindungan bagi orang yang suka memberi sedekah dengan ikhlas dan tidak mengharapkan balasan selain ridho Allah swt semata. Dalam bersedekah, ia tidak membesar-besarkannya, sebaliknya ia akan melakukannya secara tersembunyi dan tidak ingin diketahui orang lain.



7.Seorang yang berdzikir kepada Allah sendirian lalu menitikkan airmatanya

Berdzikir dengan hati yang tulus, ridho, dan ikhlas seorang diri, dengan perasaan takut kepada Allah hingga meneteskan airmata, sebagai tanda kecintaan kepada Allah swt, menyadari kebesaran Allah swt, serta merasa dirinya penuh dosa sehingga memohonan ampunan kepada-Nya. Allah akan membukakan pintu syurga untuk orang-orang yang seperti ini.
SUDAHKAH KAMU SEMUA DALAM GOLONGAN INI ?

Di Baca Yuuuuk Sobat......

Labels : Cerita Hikmah Pasar Batik Murah Solo Batik Cinta IBU

NABI YUNUS AS


Yunus (Arab:يونس atau يونان Yunaan, Inggris: Jonah, Ibrani:Yonah, Latin: Ionas) (sekitar 820-750 SM) adalah salah seorang nabi dalam agama Samawi (Islam, Yahudi, Kristen) yang disebutkan dalam Al-Qur’an dalam Surah Yunus dan dalam Alkitab dalam Kitab Yunus. Ia ditugaskan berdakwah kepada orang Assyiria di Ninawa-Iraq. Namanya disebutkan sebanyak 6 kali di dalam Al-Quran dan wafat di Ninawa-Iraq.Yunus bin Matta dari keturunan Benyamin bin Ya’qub.

Berdakwah di Ninawa

Yunus bin Mata diutus oleh Allah untuk menghadapi penduduk Ninawa, suatu kaum yang keras kepala, penyembah berhala, dan suka melakukan kejahatan. Secara berulang kali Yunus memperingatkan mereka, tetapi mereka tidak mau berubah, apalagi karena Yunus bukan dari kaum mereka. Hanya ada 2 orang yang bersedia menjadi pengikutnya, yaitu Rubil dan Tanuh. Rubil adalah seorang yang alim bijaksana, sedang Tanuh adalah seorang yang tenang dan sederhana.

Penolakan penduduk Ninawa

Ajaran-ajaran Nabi Yunus itu bagi para penduduk Ninawa merupakan hal yang baru yang belum pernah mereka dengar sebelumnya. Karenanya mereka tidak dapat menerimanya untuk menggantikan ajaran dan kepercayaan yang telah diwariskan oleh nenek moyang mereka yang sudah menjadi adat kebiasaaan mereka turun temurun. Apalagi pembawa agama itu adalah seorang asing tidak seketurunan dengan mereka.

Mereka berkata kepada Nabi Yunus: “Apakah kata-kata yang engkau ucapkan itu dan kedustaan apakah yang engkau anjurkan kepada kami tentang agama barumu itu? Inilah tuhan-tuhan kami yang sejati yang kami sembah dan disembahkan oleh nenek moyang kami sejak dahulu. Alasan apakah yang membenarkan kami meninggalkan agama kami yang diwariskan oleh nenek moyang kami dan menggantikannya dengan agama barumu? Engkau adalah orang asing yang datang pada kami agar kami merubah keyakinan kami. Apakah kelebihanmu sehingga mengajari dan menggurui kami. Hentikan perbuatan sia-siamu itu. Penduduk Ninawa tidak akan mengikutimu karena kami teguh dengan ajaran moyang kami”. Nabi Yunus berkata: ” Aku hanya mengajakmu beriman dan bertauhid sesuai dengan amanah Allah yang wajib kusampaikan padamu. Aku hanyalah pesuruh Allah yang ditugaskan mengeluarkanmu dari kesesatan dan menuntunmu di jalan yang lurus. Aku sekali-kali tidak mengharapkan upah atas apa yang kukerjakan ini. Aku tidak bisa memaksamu mengikutiku. Namun jika kamu tetap bertahan pada aqidah moyangmu itu, maka Allah akan menunjukkan tanda-tanda kebenaran akan risalahku dengan menurunkan adzab yang pedih padamu, seperti yang terjadi pada kaum-kaum sebelum kamu, yaitu kaum Nuh, Aad, dan Tsamud. Mereka menjawab dengan menantang: “Kami tetap tidak akan mengikuti kemauanmu dan tidak takut ancamanmu. Tunjukkan ancamanmu jika kamu termasuk orang yang benar!” Nabi Yunus tidak tahan lagi dengan kaum Ninawa yang keras kepala. Ia pergi dengan marah dan jengkel sambil meminta Allah menghukum mereka.

Penduduk Ninawa bertobat

Sepeninggal Nabi Yunus, kaum Ninawa gelisah, karena mendung gelap, binatang peliharaan mereka gelisah, wajah mereka pucat pasi, dan angin bertiup kencang yang membawa suara bergemuruh. Mereka takut ancaman Yunus benar-benar terjadi atas mereka. Akhirnya mereka sadar bahwa Yunus adalah orang yang benar, dan ajarannya berasal Dari Allah. Mereka kemudian beriman dan menyesali perbuatan mereka terhadap Yunus. Mereka lari tunggang langgang dari kota mencari Yunus sambil berteriak meminta pengampunan Allah atas dosa mereka. Allah Yang Maha Pemaaf-pun mengampuni mereka, dan segera seluruh keadaan pulih seperti sedia kala. Penduduk Ninawa kemudian tetap berusaha mencari Yunus agar ia bisa mengajari agama dan menuntun mereka di jalan yang benar.




Keadaan Yunus setelah pergi dari Ninawa tidak menentu. Ia mengembara tanpa tujuan dengan putus asa dan merasa berdosa. Akhirnya ia tiba di sebuah pantai, dan melihat sebuah kapal yang akan menyeberangi laut. Ia menumpang kapal itu, dan ketika telah berlayar tiba-tiba terjadi badai yang hebat. Kapal bergoncang, dan para penumpang sepakat untuk mengurangi beban dengan membuang salah seorang diantara mereka ke laut. Undian pertama jatuh pada Yunus, namun undian diulang karena penumpang merasa Yunus tidak layak dibuang sedang ia orang yang mulia. Tapi pada pengulangan yang kedua, dan ketiga, tetap nama Yunus yang keluar. Yunus sadar itu adalah kehendak Allah, ia kemudian rela menjatuhkan diri ke laut. Allah kemudian mengirim ikan Nun (paus) untuk menelan Yunus. Di dalam perut ikan Nun, Yunus bertobat meminta ampun dan pertolongan Allah, ia bertasbih selama 40 hari dengan berkata: “Laa ilaaha illa Anta, Subhanaka, inni kuntu minadzh dzhalimiin (Tiada tuhan melainkan Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah orang yang telah berbuat dhalim)” Allah mendengar doa Yunus, dan Memerintahkan ikan nun mendamparkan Yunus di sebuah pantai. Allah Yang Maha Penyayang menumbuhkan pohon labu, agara Yunus yang kurus dan lemah tak berdaya dapat bernaung dan memakan buahnya. Setelah pulih, ia diperintahkan kembali ke Ninawa, dimana ia kemudian kaget melihat perubahan penduduk Ninawa yang telah beriman kepada Allah. Yunus kemudian mengajari mereka tauhid dan menyempurnakan iman mereka.

Surah Yunus
Surah Yunus (Arab: ينوس , Yūnus, “Nabi Yunus”) adalah surah ke-10 dalam al-Qur’an. Surah ini terdiri atas 109 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah kecuali ayat 40, 94, 95, yang diturunkan pada di Madinah.

Sebagian besar surah Yunus tergolong Makkiyah, yang turun sebelum Muhammad hijrah ke Madinah kecuali ayat 40, 94, dan 95 yang termasuk Madaniyyah. Dalam penggolongan surah, surah Yunus termasuk kategori surah Al-Mi’un, yaitu surah-surah Al-Qur’an yang ayatnya berjumlah seratusan karena surah ini terdiri dari 109 ayat. Namun ada juga yang berpendapat surah ini termasuk golongan surah as-Sab’ut Thiwal atau “Tujuh Surah yang Panjang”.[1] Dalam mushaf Utsmani, surah ini merupakan surah ke-51 yang diturunkan setelah surah Al-Isra’, surah ke-17 dalam al-Qur’an dan sebelum surah Hud, surah ke-11.[2] Seluruh isi surah ini masuk ke dalam Juz 11 dan diletakkan setelah surah At-Taubah dan sebelum surah Hud. Surah ini terdiri atas 11 ruku’. Sedangkan topik utama yang dibahas dalam surah ini meliputi masalah akidah, iman kepada Allah, kitab-kitab dan rasul-Nya, serta Hari kebangkitan dan pembalasan.

Surah Yunus diawali dengan ayat Mutasyabihat Ali Lam Ra dan diakhiri dengan ayat yang membahas perlunya mengikuti aturan Allah dan bersabar baik dalam ketaatan maupun musibah. Surah ini dinamakan Yunus merupakan sebuah simbolikal dan bukan berarti surah ini berisi kisah Yunus. Bahkan, kisah terpanjang dalam surah ini adalah kisah Musa dan Bani Israil dengan Fir’aun yaitu pada ayat 75 hingga 93. Hanya ayat ke-98 dari surah inilah yang menyebut kata “Yunus”. Menurut pengamatan Khalifah, ayat 98 merupakan bagian terpenting dari surah ini.[3]

Isi

Tanda-Tanda Kebesaran Allah Dalam Alam Semesta (1-109)
Wahyu dan dasar-dasar kebenarannya (1-6)
Pembalasan terhadap pengingkaran dan penerimaan wahyu (7-18)
Manusia adalah satu umat yang memeluk agama yang satu (19-20)
Perlakuan Allah yang penuh rahmat (21-24)
Seruan Allah ke Darus Salam dan penolakan terhadapnya (25-30)
Bukti-bukti kekuasaan Allah yang membatalkan kepercayaan orang musyrik (31-36)
Jaminan Allah tentang kemurnian Al-Qur’an (37-53)
Penyesalan manusia di akhirat kelak (54-60)
Segala perbuatan manusia tidak lepas dari pengawasaan Allah (61)
Wali-wali Allah dan berita gembira bagi mereka (62-70)
Kisah Nuh, Musa, dan Yunus adalah teladan bagi manusia (71-103)
Da’wah Islam (104-109)
Pokok-pokok isi

Keimanan: Al Quran bukanlah sihir, Allah mengatur alam semesta dari Arasy-Nya; syafa’at hanyalah dengan izin Allah; Wali-wali Allah; wahyu Allah yang menerangkan yang gaib kepada manusia; Allah menyaksikan dan mengamat-amati perbuatan hamba-hamba-Nya di dunia; Allah tidak mempunyai anak.
Hukum: Menentukan perhitungan tahun dan waktu dengan perjalanan matahari dan bulan; hukum mengada-adakan sesuatu terhadap Allah dan mendustakan ayat-ayat-Nya.
Kisah-kisah:Kisah Nabi Nuh a.s. dengan kaumnya; Nabi Musa dengan Fir’aun dan tukang-tukang sihir; kisah Bani Israil setelah ke luar dari negeri Mesir; Nabi Yunus a.s. dengan kaumnya.
Dan lain-lain: Manusia ingat kepada Allah di waktu kesukaran dan lupa di waktu senang; keadaan orang-orang baik dan orang-orang jahat di hari kiamat; Al Quran tidak dapat ditandingi; rasul hanya menyampaikan risalah.

Di Baca Yuuuuk Sobat......

Labels : Cerita Hikmah Pasar Batik Murah Solo Batik Cinta IBU

PUASA RAMADHAN

Ramadan atau Ramadhan
(dalam bahasa Arab:ﻥﺎﻀﻣﺭ)
adalah bulan kesembilan
dalam penanggalan Hijriyah
(sistem penanggalan agama
Islam). Sepanjang bulan ini
pemeluk agama Islam
melakukan serangkaian
aktivitas keagamaan termasuk
di dalamnya berpuasa, salat
tarawih, peringatan turunnya
Al-Quran, mencari malam
Laylatul Qadar,
memperbanyak membaca Al-
Quran dan kemudian
mengakhirinya dengan
membayar zakat fitrah dan
rangkaian perayaan Idul Fitri.
Kekhususan bulan Ramadan
ini bagi pemeluk agama Islam
tergambar pada Al-Quran
pada surat Al Baqarah ayat
185 yang artinya:
"bulan Ramadan, bulan yang
di dalamnya diturunkan Al-
Quran sebagai petunjuk bagi
manusia dan penjelasan-
penjelasan mengenai
petunjuk itu dan pembeda.
Karena itu, barangsiapa di
antara kamu hadir di bulan
itu, maka hendaklah ia
berpuasa pada bulan itu..."
Etimologi
Ramadan berasal dari akar
kata ﺿ ﻡ ﺭ , yang berarti panas
yang menyengat atau
kekeringan, khususnya pada
tanah. Bangsa Babylonia yang
budayanya pernah sangat
dominan di utara Jazirah Arab
menggunakan luni-solar
calendar (penghitungan tahun
berdasarkan bulan dan
matahari sekaligus). Bulan ke
sembilan selalu jatuh pada
musim panas yang sangat
menyengat. Sejak pagi hingga
petang batu-batu gunung dan
pasir gurun terpanggang oleh
segatan matahari musim
panas yang waktu siangnya
lebih panjang daripada waktu
malamnya. Di malam hari
panas di bebatuan dan pasir
sedikir reda, tapi sebelum
dingin betul sudah berjumpa
dengan pagi hari. Demikian
terjadi berulang-ulang,
sehingga setelah beberapa
pekan terjadi akumulasi panas
yang menghanguskan. Hari-
hari itu disebut bulan
Ramadan, bulan dengan panas
yang menghanguskan.
Setelah umat Islam
mengembangkan kalender
berbasis bulan, yang rata-rata
11 hari lebih pendek dari
kalender berbasis matahari,
bulan Ramadan tak lagi selalu
bertepatan dengan musim
panas. Orang lebih memahami
'panas'nya Ramadan secara
metaphoric (kiasan). Karena
di hari-hari Ramadan orang
berpuasa, tenggorokan terasa
panas karena kehausan. Atau,
diharapkan dengan ibadah-
ibadah Ramadan maka dosa-
dosa terdahulu menjadi
hangus terbakar dan seusai
Ramadan orang yang
berpuasa tak lagi berdosa.
Wallahu `alam.
Dari akar kata tersebut kata
Ramadan digunakan untuk
mengindikasikan adanya
sensasi panas saat seseorang
kehausan. Pendapat lain
mengatakan bahwa kata
Ramadan digunakan karena
pada bulan itu dosa-dosa
dihapuskan oleh perbuatan
baik sebagaimana matahari
membakar tanah. Namun kata
ramadan tidak dapat
disamakan artinya dengan
ramadan. Ramadan dalam
bahasa arab artinya orang
yang sakit mata mau buta.
Lebih lanjut lagi hal itu
dikiaskan dengan
dimanfaatkannya momen
Ramadan oleh para penganut
Islam yang serius untuk
mencairkan, menata ulang
dan memperbaharui kekuatan
fisik, spiritual dan tingkah
lakunya, sebagaimana panas
merepresentasikan sesuatu
yang dapat mencairkan.

Selama bulan Ramadan,
penganut agama Islam akan
berpuasa setiap hari sampai
Idul Fitri tiba. Ied artinya Hari
Raya. Fithri berasal dari kata
fathara artinya 'memecah,
mengakhiri". Ied al-Fithri
artinya Hari Raya Mengakhiri
Puasa (Ramadan).
Hari terakhir dari bulan
Ramadan dirayakan dengan
sukacita oleh seluruh muslim
di dunia. Pada malam harinya
(malam 1 syawal), yang biasa
disebut malam kemenangan,
mereka akan
mengumandangkan takbir
bersama-sama. Di Indonesia
sendiri ritual ini menjadi
tontonan yang menarik
karena biasanya para
penduduk (yang beragama
Islam) akan
mengumandangkan takbir
sambil berpawai keliling kota
dan kampung, kadang-kadang
dilengkapi dengan memukul
beduk dan menyalakan
kembang api.
Esoknya tanggal 1 Syawal,
yang dirayakan sebagai hari
raya Idul Fitri, baik laki-laki
maupun perempuan muslim
akan memadati masjid
maupun lapangan tempat
akan dilakukannya Salat Ied.
Salat dilakukan dua raka'at
kemudian akan diakhiri oleh
dua khotbah mengenai Idul
Fitri. Perayaan kemudian
dilanjutkan dengan acara
saling memberi ma'af di
antara para muslim, dan
sekaligus mengakhiri seluruh
rangkaian aktivitas
keagamaan khusus yang
menyertai Ramadan.
Salat tarawih
Pada malam harinya, tepatnya
setelah salat isya, para
penganut agama Islam
melanjutkan ibadahnya
dengan melaksanakan salat
tarawih. Salat khusus yang
hanya dilakukan pada bulan
Ramadan. Salat tarawih,
walaupun dapat dilaksanakan
dengan sendiri-sendiri,
umumnya dilakukan secara
berjama'ah di masjid-masjid.
Terkadang sebelum
pelaksanaan salat tarawih
pada tepat-tempat tertentu,
diadakan ceramah singkat
untuk membekali para
jama'ah dalam menunaikan
ibadah pada bulan
bersangkutan.
Turunnya Al-Quran
Pada bulan ini di Indonesia,
tepatnya pada tanggal 17
Ramadan, (terdapat
perbedaan pendapat para
ulama mengenai tanggal pasti
turunnya Al-Quran untuk
pertama kalinya[2])
diperingati juga sebagai hari
turunnya ayat Al-Quran
(Nuzulul Qur'an) untuk
pertama kalinya oleh sebagian
muslim. Pada peristiwa
tersebut surat Al Alaq ayat 1
sampai 5 diturunkan pada saat
Nabi Muhammad SAW sedang
berada di Gua Hira.
Peringatan peristiwa ini
biasanya dilakukan dengan
acara ceramah di masjid-
masjid. Tetapi peringatan ini di
anggap bid'ah, karena
Rasulullah tidak mengajarkan,
Awal di peringati di Indonesia,
ketika Presiden Soekarno
mendapat saran dari Hamka
untuk memperingati setiap
Nuzulul Qur'an, karena
bertepatan dengan tanggal
Kemerdekaan Indonesia,
sebagai rasa Syukur
kemerdekaan Indonesia.

Di Baca Yuuuuk Sobat......

Labels : Cerita Hikmah Pasar Batik Murah Solo Batik Cinta IBU

POSITIF THANKING

Berfikir positif membuka
fikiran & mata hati
Membuatmu tersenyum
menatap hembusan bayu pagi
Berprasangka baik dapat
membahagiakan diri
Membiasakan dirimu tabah
menerima TaQdir illahi
Tiada manusia yang tidak
pernah bersalah
Tiada orang yang hidup tanpa
suka & duka
Maka, berfikir positif!!! agar
kamu tersenyum bahagia ^ ^
Yakinlah pertolongan-Nya
datang tidak disangka-sangka
Berprasangka baik
memberikan kekuatan
Dalam menghadapai dunia yg
penuh kejutan
Begitulah Tuhan mengatur
gelombang2 kehidupan
Yang hanya bisa dilalui dengan
Syukur & kesabaran
Berfikir positif membawa
kebahagiaan
Yang penuh hikmah jika kita
renungkan
Jangan menyerah selagi hayat
dikandung badan
Tetap optimis dalam mengejar
Impian & harapan
Sahabat...
Percayalah, segalanya akan
mudah jika kita yakin
Yakin bisa melaluinya dengan
sabar dan penuh ketekunan ^
^

Di Baca Yuuuuk Sobat......

Labels : Cerita Hikmah Pasar Batik Murah Solo Batik Cinta IBU

Saat Kenyataan Tak Sesuai Impian

Banyak orang yang merasa
frustasi karena kenyataan
mereka tidak sesuai dengan
apa yang mereka impian
Sebagai contoh, ada seorang
anak yang ingin kuliah di
Universitas A
tapi nyatanya biaya tidak
mencukupi. atau otaknya yang
nggak nyampai
Atau, mereka yg merantau ke
kota besar, bermimpi ingin
mendapatkan
pekerjaan berkelas nasional
bahkan internasional, tapi yang
didapatkan
hanyalah pekerjaan biasa-biasa
saja & apa adanya.
Ada juga seorang pengusaha,
yg mungkin mengharapkan
kenaikan profit 10 kali, malah
mengalami kebangkrutan
Apa yang kita harapkan,
kadang memang tidak sesuai
dengan kenyataan.
Lalu apayang harus kita
lakukan?
Ada juga yang mencoba
melempar manggis,
manggis dilempar mangga
yang tepar,
ada lagi juga yang melamar
gadis,
gadis dilamar, janda didapat.
(lho, didi kempot?)
Berikut adalah 3 langkah hebat
atau tips yang bisa anda
lakukan
saat mimpi tidak sesuai dengan
kenyataan:
Langah 1. Bertindaklah selalu
secara fleksibel dan dinamis
Jika kamu ingin menggapai
kesuksesan,
maka yang diperlukan adalah
*kesiapan*
untuk bisa bertindak secara
fleksible dan dinamis terhadap
setiap perubahan yang terjadi.
Analogi sederhana:
Saat ada badai atau angin
topan yang besar,
tidak jarang kita melihat
pohon2 besar tumbang!
Sebab pohon2 itu tidak kuat
menahan beban yang diterima.
Namun coba lihatlah bambu,!
Karena batangnya yang lentur
maka bambu bisa fleksibel
bergerak ke segala arah,
bergoyang saja saat ditiup
angin dan jarang tumbang!
Begitu pun dengan kita! Jika
kita
bertindak dan berpikir dinamis
dan juga fleksibel,
maka kita akan lebih tahan
dalam menghadapi tantangan
dan perubahan serta masalah
yang datang.
Langkah 2. Berpikirlah bahwa
INILAH yang terbaik untuk kita!
Saat kenyataan tidak sesuai
dengan impian,
percayalah bahwa inilah yang
terbaik untuk kita.
Kita tidak pernah tahu
skenario yang telah
ditetapkan-Nya.
Karena, segala sesuatu yang
menurut logika kita baik,
boleh jadi justru sebaliknya di
mata tuhan tidak baik
Berpikirlah selalu positif atas
apapun yang terjadi pada
dirimu.
Jangan biarkan satu kegagalan
membuat kamu kecewa,
apalagi frustasi berlarut-larut
lalu bunuh diri, Oh tidak.!
(Backsound: krispatih-
mengenangmu)
Sahabat, Katakan didepan
Cermin!!!
“Sudahlah, kamu tdk perlu
kecewa,
Tuhan akan menggantinya
dengan YANG LEBIH BAIK!
Tuhan tau kamu orang yg baik
& bijaksana.
Hidupmu penuh dengan
kelimpahan,
dan kamu memang dilahirkan
utk selalu jadi pemenang!”
Ini adalah ’afirmasi‘.
Afirmasi adalah kata-kata
positif
yang diucapkan berulang-ulang
& diyakini untuk membentuk
citra postif
untuk mengurangi sikap-sikap
negatif yang ada dalam diri
kita.
Kata-kata afirmasi ini bisa kita
buat/rancang sendiri,
dan lalu bisa diucapkan secara
verbal atau dalam hati.
Menurut ahli Hynotherapy,
afirmasi itu akan ‘terekam’
oleh alam bawah sadar kita
heheheh
Dan jika terus-menerus
diucapkan & dengan penuh
keyakinan,
maka kita SEDANG atau AKAN
menjadi seperti itu adanya,
yang kita ucapkan! Dengan
kata lain, afirmasi itu sama
seperti DO’A.
Meski saat ini apa yang kita
harapkan
belum sesuai dengan impian,
namun kita harus….
3. Tetap Siapkan MENTAL
PEMENANG!
Saat kita mengalami
kegagalan,
Lebih baik instropeksi diri
daripada menyalahkan takdir.
Siapa tahu, kita memang
belum siap jadi pemenang! :-)
Bisa jadi kesuksesan hanya
akan membuat kita menjadi
sombong,
dan karena saking sayangnya
Tuhan kepada kita, Ia tidak
mau hamba-Nya berbuat
dosa. :-)
Saudaraku yang zupper,
(gayanya om Mario)
setiap kemenangan itu lebih
baik dirintis
dari setiap peluh kita! Akan
lebih baik
jika kemenangan itu kita
dapatkan setahap demi
setahap.
Banyak orang sukses, tapi
kemudian mereka terjatuh,
ada yang kepleset ditangga,
atau ada yang gara-gara
mabuk terus ngira jendela
lantai 10
adalah pintu. Ada yang
bangkit lagi, ada yang tidak,
ada yang mati (bunuh diri).
Liku hidup setiap manusia
memang tidak sama.
Tapi ingat, kalau perlu catat,!
kesempatan untuk menang itu
selalu terbuka bagi siapa saja,
tanpa terkecuali!
Rejeki dan kemenangan itu
sungguh tidak terkira
banyaknya dari Tuhan, masih
banyak yang menggantung di
langit! :-)
Sekarang tinggal bagaimana
caranya?! Apakah mau
meraihnya?
atau mengharapkan turun
dengan sendirinya?
atau memandangi indahnya di
langit?
Jangan pernah memilih yang
kedua dan ke tiga :-)
Kita semua tahu bahwa yang
namanya kemenangan
bukan milik mereka yang
pintar, namun seringkali
dimiliki oleh
mereka yang… tdk pernah
berhenti berusaha! dan tidak
pernah putus asa :D

Di Baca Yuuuuk Sobat......

Labels : Cerita Hikmah Pasar Batik Murah Solo Batik Cinta IBU

Memahami Makna dari KehidupanMemahami Makna dari Kehidupan

Hidup di dunia ini hanya sekali
dan dunia adalah tempat
menyiapkan bekal
ketika kita Tak bersiap-siap di
dunia
maka kerugian akan menimpa
kita diakhirat
Hidup di dunia ini hanya sesaat
Layaknya pengembara yang
beristirahat
di bawah sebuah pohon yang
rindang
Lalu, melanjutkan
perjalanannya yang jauh
Begitulah Nabi kita
mengibaratkan hidup ini
Tak lebih hanya seperti sebuah
tempat peristirahatan.
Mari kita sama-sama meraih
cinta dan kasih-Nya
niscaya ketenteraman
menemani hidup kita
Betapa banyak orang
bergelimang harta namun
hampa hidupnya
karena mereka telah larut dan
terbuai dengan cinta dunia
Sahabat.....
Jika kehidupan yang kita lalui
hanya sebatas
Bangun, mandi, bekerja,tidur
dan makan
mungkin kita tidak hampir
sama seperti hewan
yang hanya puas dengan bisa
bernapas & makan
Bedanya kita memiliki akal dan
fikiran untuk mewujudkan
impian
Sahabat....
Memang itu adalah kehidupan
tetapi bukan kehidupan dalam
arti yang luas
setiap Manusia memiliki
perbedaan dalam menjalankan
kehidupan.
Kehidupan yang baik bukan
hanya sekedar rutinitas harian
kita belaka
Sahabat...
Kehidupan adalah kesempatan
untuk kita
mencurahkan potensi diri kita
untuk orang lain.
Kehidupan adalah kesempatan
untuk kita
berbagi suka dan duka dengan
orang yang kita sayangi.
Kehidupan adalah kesempatan
untuk kita
bisa bergaul dengan baik &
mengenal orang lain
Sahabat....
Kehidupan adalah kesempatan
untuk kita
mencintai pasangan kita, orang
tua kita
saudara, serta mengasihi
sesama kita.
Kehidupan adalah kesempatan
untuk kita
belajar dan terus belajar
tentang arti kehidupan
Kehidupan adalah kesempatan
untuk kita
selalu mengucap syukur
kepada Yang Maha Kuasa ..
Kehidupan adalah ... dll.
Sahabat....
Begitu banyak Kehidupan yang
bisa kita jalani
Berapa tahun kita telah
melalui kehidupan ini ?
Berapa tahun kita telah
menjalani
kehidupan hanya sebuah
rutinitas ?
Akankah sisa waktu kita
sebelum maut menjemput
hanya kita korbankan untuk
sebuah rutinitas belaka ?
Sahabat....
Kita tidak tahu kapan kita akan
meninggalkan dunia
Mungkin 5 tahun lagi, mungkin
1tahun lagi, mungkin sebulan
lagi,
mungkin besok, atau mungkin
1 menit lagi.
Hanya Tuhanlah yang tahu...
Pandanglah di sekeliling kita
ada segelintir orang yang
membutuhkan kita.
Mereka menanti kehadiran kita
Mereka menanti dukungan
kita.
Orang tua,saudara, pasangan,
anak, sahabat dan sesama......
Serta Tuhan yang setia
menanti ucapan syukur dari
bibir kita.
Bersyukurlah padaNYA setiap
saat
bahwa kita masih dipercayakan
untuk menjalani kehidupan ini.
Buatlah hidup ini menjadi suatu
yg bermanfaat bagi kita
nantinya.

Di Baca Yuuuuk Sobat......

Labels : Cerita Hikmah Pasar Batik Murah Solo Batik Cinta IBU

CERITA RENUNGAN

Di Baca Yuuuuk Sobat......

Labels : Cerita Hikmah Pasar Batik Murah Solo Batik Cinta IBU

CINTAILAI IBUMU SEBELUM IA TIADA

Pada malam itu, Ana
bertengkar dengan
ibunya.Karena sangat marah,
Ana segera meninggalkan
rumah tanpa membawa
apapun. Saat berjalan di suatu
jalan, ia baru menyadari
bahwa ia sama sekali tidak
membawa uang.
Saat menyusuri sebuah jalan,
ia melewati sebuah kedai
bakmi dan ia mencium
harumnya aroma masakan. Ia
ingin sekali memesan
semangkuk bakmi, tetapi ia
tidak mempunyai uang.
Pemilik kedai melihat Ana
berdiri cukup lama di depan
kedainya, lalu berkata:
“ Nona, apakah engkau ingin
memesan semangkuk bakmi?”
“Ya, tetapi, aku tidak
membawa uang” jawab Ana
dengan malu-malu.
“Tidak apa-apa, aku akan
mentraktirmu” jawab si
pemilik kedai. “Silakan duduk,
aku akan memasakkan bakmi
untukmu ”.
Tidak lama kemudian, pemilik
kedai itu mengantarkan
semangkuk bakmi. Ana segera
makan beberapa suap,
kemudian air matanya mulai
berlinang.
“Ada apa nona?” tanya si
pemilik kedai.
“Tidak apa-apa” aku hanya
terharu jawab Ana sambil
mengeringkan air matanya.
“Bahkan, seorang yang baru
kukenal pun memberi aku
semangkuk bakmi ! Tetapi…
ibuku sendiri, setelah
bertengkar denganku,
mengusirku dari rumah dan
mengatakan kepadaku agar
jangan kembali lagi. Kau,
seorang yang baru kukenal,
tetapi begitu peduli denganku
dibandingkan dengan ibu
kandungku sendiri ” katanya
kepada pemilik kedai.
Pemilik kedai itu setelah
mendengar perkataan Ana,
menarik nafas panjang lalu
berkata:
“Nona, mengapa kau berpikir
seperti itu? Renungkanlah hal
ini, aku hanya memberimu
semangkuk bakmi dan kau
begitu terharu. Ibumu telah
memasak bakmi dan nasi
untukmu saat kau kecil
sampai saat ini, mengapa kau
tidak berterima kasih
kepadanya? Dan kau malah
bertengkar dengannya. ”
Ana terhenyak mendengar hal
tsb.
“Mengapa aku tidak berpikir
tentang hal itu? Untuk
semangkuk bakmi dari orang
yang baru kukenal , aku
begitu berterima kasih. Tetapi
kepada ibuku yg memasak
untukku selama bertahun-
tahun, aku bahkan tidak
memperlihatkan kepedulianku
kepadanya. Dan hanya karena
persoalan sepele, aku
bertengkar dengannya.
Ana segera menghabiskan
bakminya, lalu ia menguatkan
dirinya untuk segera pulang
ke rumahnya. Saat berjalan ke
rumah, ia memikirkan kata-
kata yg harus diucapkan
kepada ibunya.
Begitu sampai di ambang pintu
rumah, ia melihat ibunya
berwajah letih dan cemas.
Ketika bertemu dengan Ana,
kalimat pertama yang keluar
dari mulutnya adalah
“Ana, kau sudah pulang.
Cepat masuklah, Ibu telah
menyiapkan makan malam.
Makanlah dahulu sebelum kau
tidur. Makanan akan dingin
jika kau tidak memakannya
sekarang ”
Pada saat itu Ana tidak dapat
menahan tangisnya. Ia pun
menangis di pelukan ibunya.
Sekali waktu, kita mungkin
akan sangat berterima kasih
kepada orang lain di sekitar
kita untuk suatu pertolongan
kecil yang diberikan kepada
kita. Tetapi kepada orang
yang s angat dekat dengan
kita, khususnya orang tua
kita, kita harus ingat bahwa
kita berterima kasih kepada
mereka seumur hidup kita

Di Baca Yuuuuk Sobat......

Labels : Cerita Hikmah Pasar Batik Murah Solo Batik Cinta IBU

KEUTAMAAN SHOLAT MALAN, QIYAMUL LAIL

Berikut beberapa Keutamaan
Sholat malam, Bangun malam,
do'a malam atau Qiyamul
laildan dalil pendukungnya:
Para ulama saleh terdahulu
telah mengetahui bahwa
mengerjakan qiyamul lail
merupakan salah satu tanda
bahwa ilmu seseorang
bermanfaat. Imam Sufyan bin
Uyainah mengatakan: “Bila
siangku aku pergunakan untuk
durhaka dan malamku aku
pergunakan untuk tidur dan
bermalas-malasan, maka
manfaat apa yang kuperoleh
dari ilmu yang telah aku
tulis?” (Abu Nu’aim, al-Hilyah,
VII: 271)
Qiyamul lail yang dikerjakan
Imam Abu Hanifah sangat
menakjubkan. Menurut Abu
‘ Ashim al-Baghdadi, Abu
Hanifah sering dijuluki ‘tiang’
karena banyaknya berdiri
mengerjakan shalat dan
bermunajat kepada
Allah. ” (Al-Khatib al-
Baghdadi, Tarikh Baghdad, III:
153)
Imam Malik bin Anas sebagai
imam di Madinah, shalat
malamnya juga sangat
menakjubkan. Asyhab bin
Abdul Aziz pernah
menceritakan, “Aku pernah
keluar pada suatu malam
ketika orang-orang telah
tertidur. Aku melewati rumah
Malik bin Anas. Dia tidak
tidur, tetapi mengerjakan
shalat. Seusai membaca surah
al-Fatihah, ia membaca surah
at-Takatsur. Ketika sampai
pada ayat terakhir,
“ Kemudian kau pasti akan
ditanyai pada hari itu tentang
kenikmatan [yang kamu
megah-megahkan di dunia ini]
” ia menangis lama sekali. Ia
ulangi lagi surah tersebut dan
menangis lagi. Lamanya tangis
Malik bin Anas yang aku
dengar itu telah membuat aku
lupa pada kebutuhan yang aku
tuju. Ia tetap saja berdiri dan
mengulang-ulang ayat
tersebut sambil menangis
sampai fajar terbit. Ketika
fajar telah tampak, ia baru
rukuk. Aku pun pergi
meninggalkan dia dan pulang
ke rumah. Lalu aku
mengambil air wudhu dan
pergi ke masjid. Tiba-tiba
Malik sudah ada di tempat
duduknya di masjid bersama
orang-orang lainnya. Pada
waktu pagi, aku melihat
wajahnya bersinar. ” (Ibnu al-
Kharrath, ash-Shalat wa at-
Tahajjud)
Imam Syafi’i tetap
mengerjakan qiyamul lail
walaupun sibuk menuntut
ilmu. Menurut ar-Rabi bin
Sulaiman, salah seorang
muridnya, yakni Imam Syafi’i,
membagi malamnya menjadi
tiga. Yang pertama untuk
menulis, yang kedua untuk
shalat, dan yang ketiga untuk
tidur. (al-Baihaqi, Ma ’rifah as-
Sunan wa- al-Atsar)
Abu Bakar al-Marudzi
mengatakan: Aku pernah
bersama dengan Imam Ahmad
dalam satu pasukan, kira-kira
selama empat bulan. Ia tidak
pernah meninggalkan qiyamul
lail dan selalu membaca Al-
Qur ’an pada siang hari. Aku
tidak pernah mengetahui
kapan dia mengkhatamkan Al-
Qur ’an. Ia selalu
menyembunyikannya. (Ibnu al-
Jauzi, Manaqib Imam Ahmad)
Muhammad bin Abi Hatim al-
Warraq berkata: Apabila aku
bepergian bersama Imam
Bukhari dan menginap pada
satu rumah, aku selalu
melihat dia bangun pada satu
malam sebanyak limabelas
sampai duapuluh kali. Ketika
bangun, ia selalu membuat
perapian dan menyalakannya
dengan tangannya sendiri,
kemudian mentakhrij
(menyeleksi) hadis dan
mempelajarinya, lalu
meletakkan kepala untuk
tidur sebentar. Pada akhir
malam, ia selalu mengerjakan
shalat tigabelas rakaat, di
antaranya satu witir. Ia tidak
pernah membangunkan aku.
Aku bertanya, “Engkau
mengerjakannya ini sendirian
dan tidak membangunkan
aku ?” Ia menjawab, “Engkau
masih muda. Aku tidak senang
merusak tidurmu. ” (Al-Khatib
al-Baghdadi, Tarikh Baghdad)
Ada seorang laki-laki pernah
berkata kepada Ibnu al-
Mubarak, “Tadi malam aku
membaca Al-Qur’an sampai
khatam dalam satu rakaat.”
Ibnu al-Mubarak berkata,
“ Aku malah mengetahui ada
orang yang tadi malam hanya
mengulang-ulang surah at-
Takatsur sampai pagi. Jiwanya
tidak kuasa melewati surah
tersebut. ” (adz-Dzahabi, Sair
A’lam an-Nubala’, VIII: 397)
Abi al-Yaman mengatakan:
Rumah Ismail bin Iyasy berada
di sebelah rumahku. Ia selalu
menghidupkan malamnya
dengan shalat dan membaca
Al-Qur ’an. Ia membaca Al-
Qur’an lalu berhenti,
kemudian kembali membaca
lagi mulai dari potongan
sebelumnya. Pada suatu hari
aku bertemu dengannya dan
bertanya, “Paman, aku lihat
engkau membaca Al-Qur’an
demikian dan demikian.” Ia
bertanya, “Apa yang kau
tanyakan, anakku?” Aku
berkata, “Aku ingin tahu
mengapa demikian.” Ia
menjawab, “Anakku, aku
mengerjakan shalat dan
membaca Al-Qur ’an,
kemudian aku menghafal
hadis bab per bab yang telah
aku takhrij (teliti). Karena
itulah aku memutus shalat
untuk menulis hadis tersebut.
Kemudian aku kembali
bershalat dan membaca Al-
Qur ’an mulai dari ayat yang
aku putuskan tadi.” (adz-
Dzahabi, Sair A’lam an-
Nubala’, VIII: 315)
Abu Abdullah al-Ba’li berkata:
Pada suatu malam ketika
sudah larut, aku berada di
masjid Jami ’ Damaskus. Aku
melihat Imam Nawawi berdiri
di kegelapan mengerjakan
shalat di bawah tiang. Ia
mengulang-ulang ayat “Dan
tahanlah mereka (di tempat
perhentian) karena
sesungguhnya mereka akan
dimintai
pertanggungjawaban. ” (QS
ash-Shaffat: 24) Ia terus
membaca ayat tersebut
dengan perasaan takut dan
khusyuk, sehingga aku dapat
mengambil ilmu yang banyak
dari pemandangan ini. ” (as-
Sakhawi, al-Imam an-Nawawi)

Di Baca Yuuuuk Sobat......

Labels : Cerita Hikmah Pasar Batik Murah Solo Batik Cinta IBU

YAUMUL JUM'AH SAYYIDUL AYYAM

Kata orang bijak,"Ikatlah ilmu
dengan menulisnya".
Ngomong soal ilmu, aq dpt
sedikit ilmu neh dari khotbah
tadi (tumben-tumbennya ga
ngantuk, he..). Iya, tadi
khotbah nerangin tentang
keutamaan hati jum'at.
Disebutkan bahwa hari jum'at
adalah lebih utama dari pada
hari-hari yang lain sehingga
disebut "Sayyidul Ayyam
"(Tuan-nya hari) karena pada
hari jum'at tersebut terdapat
5 hal besar yang harus
diketahui oleh orang-orang
mu'min, 5 hal tersebut
adalah :
1. Diciptaknnya Nabi Adam A.s
oleh Alloh swt.
2. Diturunkannya Nabi Adam A.s
ke Dunia karena melanggar
memakan buat khuldi di Surga
3. Wafatnya Nabi Adam A.s
4. Terdapat waktu mustajabah
untuk berdoa.
5. Awal kehancuran alam
semesta(Kiamat)
Dari ke 5 hal tadi, 1-3 sudah
terjadi, dan no 5 kita serahkan
pada Alloh swt. karena jum'at
kapan pastinya datang hari
kiamat tidak diterangkan.
Yang harus kita pelajari lebih
jelas lagi adalah no.4 karena
jika kita berdoa pada saat
tersebut maka doa kita akan
dikabulkan. Ada dua pendapat
ulama yang menjelaskan
detail dari waktu mustajabah
pada hari jum'at dan masing-
masing mempunyai dasar/dalil
yang kuat
1. pendapat pertama : waktu
mustajabah adalah ketika
khotib duduk diantara dua
khotbah sampai berakhirnya
sholat jum'ah
2. pendapat ke 2 : waktu
mustajabah adalah setelah
sholat ashar sampai
menjelang magrib.
Jadi, para ikhwanul muslimin
sekalian yang doanya belum
terkabulkan atau yang tadi
pas jum'atan malah ngantuk
lupa ngga doa, mari kita
berdo'a pada waktu-waktu
tersebut diatas, insya Alloh
doanya akan dikabulkan.
amiin..
anda mendapat tambahan
ilmu dari artikel ini?
sampaikan kepada yang lain
dan jangan lupa tulis
komentar. wallohu a'lam bi
showab..

Di Baca Yuuuuk Sobat......

Labels : Cerita Hikmah Pasar Batik Murah Solo Batik Cinta IBU
Category: 0 komentar

YAUMUL JUM'AH SAYYIDUL AYYAM

Kata orang bijak,"Ikatlah ilmu
dengan menulisnya".
Ngomong soal ilmu, aq dpt
sedikit ilmu neh dari khotbah
tadi (tumben-tumbennya ga
ngantuk, he..). Iya, tadi
khotbah nerangin tentang
keutamaan hati jum'at.
Disebutkan bahwa hari jum'at
adalah lebih utama dari pada
hari-hari yang lain sehingga
disebut "Sayyidul Ayyam
"(Tuan-nya hari) karena pada
hari jum'at tersebut terdapat
5 hal besar yang harus
diketahui oleh orang-orang
mu'min, 5 hal tersebut
adalah :
1. Diciptaknnya Nabi Adam A.s
oleh Alloh swt.
2. Diturunkannya Nabi Adam A.s
ke Dunia karena melanggar
memakan buat khuldi di Surga
3. Wafatnya Nabi Adam A.s
4. Terdapat waktu mustajabah
untuk berdoa.
5. Awal kehancuran alam
semesta(Kiamat)
Dari ke 5 hal tadi, 1-3 sudah
terjadi, dan no 5 kita serahkan
pada Alloh swt. karena jum'at
kapan pastinya datang hari
kiamat tidak diterangkan.
Yang harus kita pelajari lebih
jelas lagi adalah no.4 karena
jika kita berdoa pada saat
tersebut maka doa kita akan
dikabulkan. Ada dua pendapat
ulama yang menjelaskan
detail dari waktu mustajabah
pada hari jum'at dan masing-
masing mempunyai dasar/dalil
yang kuat
1. pendapat pertama : waktu
mustajabah adalah ketika
khotib duduk diantara dua
khotbah sampai berakhirnya
sholat jum'ah
2. pendapat ke 2 : waktu
mustajabah adalah setelah
sholat ashar sampai
menjelang magrib.
Jadi, para ikhwanul muslimin
sekalian yang doanya belum
terkabulkan atau yang tadi
pas jum'atan malah ngantuk
lupa ngga doa, mari kita
berdo'a pada waktu-waktu
tersebut diatas, insya Alloh
doanya akan dikabulkan.
amiin..
anda mendapat tambahan
ilmu dari artikel ini?
sampaikan kepada yang lain
dan jangan lupa tulis
komentar. wallohu a'lam bi
showab..

Di Baca Yuuuuk Sobat......

Labels : Cerita Hikmah Pasar Batik Murah Solo Batik Cinta IBU
Category: 0 komentar

RENUNGAN UNTUK SUAMI KETIKA SANG ISTRI NG0MEL-NG0MEL

Adakah istri yang tidak
cerewet? Sulit
menemukannya. Bahkan istri
Khalifah sekaliber Umar bin
Khatab pun cerewet.
Seorang laki-laki berjalan
tergesa-gesa. Menuju
kediaman khalifah Umar bin
Khatab. Ia ingin mengadu
pada khalifah; tak tahan
dengan kecerewetan istrinya.
Begitu sampai di depan rumah
khalifah, laki-laki itu tertegun.
Dari dalam rumah terdengar
istri Umar sedang ngomel,
marah-marah. Cerewetnya
melebihi istri yang akan
diadukannya pada Umar. Tapi,
tak sepatah katapun
terdengar keluhan dari mulut
khalifah. Umar diam saja,
mendengarkan istrinya yang
sedang gundah. Akhirnya
lelaki itu mengurungkan
niatnya, batal melaporkan
istrinya pada Umar.
Apa yang membuat seorang
Umar bin Khatab yang
disegani kawan maupun
lawan, berdiam diri saat
istrinya ngomel? Mengapa ia
hanya mendengarkan,
padahal di luar sana, ia selalu
tegas pada siapapun?
Umar berdiam diri karena
ingat 5 hal. Istrinya berperan
sebagai BP4. Apakah BP4
tersebut?
1. Benteng Penjaga Api
Neraka
Kelemahan laki-laki ada di
mata. Jika ia tak bisa
menundukkan pandangannya,
niscaya panah-panah setan
berlesatan dari matanya,
membidik tubuh-tubuh elok di
sekitarnya. Panah yang
tertancap membuat darah
mendesir, bergolak,
membangkitkan raksasa
dalam dirinya. Sang raksasa
dapat melakukan apapun
demi terpuasnya satu hal;
syahwat.
Adalah sang istri yang selalu
berada di sisi, menjadi ladang
bagi laki-laki untuk menyemai
benih, menuai buah di
kemudian hari. Adalah istri
tempat ia mengalirkan berjuta
gelora. Biar lepas dan bukan
azab yang kelak diterimanya
Ia malah mendapatkan dua
kenikmatan: dunia dan
akhirat.
Maka, ketika Umar terpikat
pada liukan penari yang
datang dari kobaran api, ia
akan ingat pada istri, pada
penyelamat yang
melindunginya dari liukan
indah namun membakar.
Bukankah sang istri dapat
menari, bernyanyi dengan
liuka yang sama, lebih indah
malah. Membawanya ke langit
biru. Melambungkan raga
hingga langit ketujuh. Lebih
dari itu istri yang salihah
selalu menjadi
penyemangatnya dalam
mencari nafkah.
2. Pemelihara Rumah
Pagi hingga sore suami
bekerja. Berpeluh. Terkadang
sampai mejelang malam.
Mengumpulkan harta. Setiap
hari selalu begitu. Ia
pengumpul dan terkadang tak
begitu peduli dengan apa yang
dikumpulkannya.
Mendapatkan uang, beli ini
beli itu. Untunglah ada istri
yang selalu menjaga,
memelihara. Agar harta
diperoleh dengan keringat, air
mata, bahkan darah tak
menguap sia-sia Ada istri yang
siap menjadi pemelihara
selama 24 jam, tanpa bayaran.
Jika suami menggaji seseorang
untuk menjaga hartanya 24
jam, dengan penuh cinta,
kasih sayang, dan rasa
memiliki yang tinggi, siapa
yang sudi? Berapa pula ia mau
dibayar. Niscaya sulit
menemukan pemelihara
rumah yang lebih telaten
daripada istrinya. Umar ingat
betul akan hal itu. Maka tak
ada salahnya ia
mendengarkan omelan istri,
karena (mungkin) ia lelah
menjaga harta-harta sang
suami yang semakin hari
semakin membebani.
3. Penjaga Penampilan
Umumnya laki-laki tak bisa
menjaga penampilan. Kulit
legam tapi berpakaian warna
gelap. Tubuh tambun malah
suka baju bermotif besar.
Atasan dan bawahan sering
tak sepadan. Untunglah suami
punya penata busana yang
setiap pagi menyiapkan
pakaianannya, memilihkan
apa yang pantas untuknya,
menjahitkan sendiri di waktu
luang, menisik bila ada yang
sobek. Suami yang tampil
menawan adalah wujud
ketelatenan istri. Tak
mengapa mendengarnya
berkeluh kesah atas
kecakapannya itu
4. Pengasuh Anak-anak
Suami menyemai benih di
ladang istri. Benih tumbuh,
mekar. Sembilan bulan istri
bersusah payah merawat
benih hingga lahir tunas yang
menggembirakan. Tak
berhenti sampai di situ. Istri
juga merawat tunas agar
tumbuh besar. Kokoh dan
kuat. Jika ada yang salah
dengan pertumbuhan sang
tunas, pastilah istri yang
disalahkan. Bila tunas
membanggakan lebih dulu
suami maju ke depan,
mengaku, ?akulah yang
membuatnya begitu.? Baik
buruknya sang tunas beberapa
tahun ke depan tak lepas dari
sentuhan tangannya. Umar
paham benar akan hal itu.
5. Penyedia Hidangan
Pulang kerja, suami memikul
lelah di badan. Energi
terkuras, beraktivitas di
seharian. Ia butuh asupan
untuk mengembalikan energi.
Di meja makan suami Cuma
tahu ada hidangan: ayam
panggang kecap, sayur asam,
sambal terasi danlalapan. Tak
terpikir olehnya harga ayam
melambung; tadi bagi istrinya
sempat berdebat, menawar,
harga melebihi anggaran. Tak
perlu suami memotong
sayuran, mengulek bumbu,
dan memilah-milih cabai dan
bawang. Tak pusing ia
memikirkan berapa takaran
bumbu agar rasa pas di lidah.
Yang suami tahu hanya
makan. Itupun terkadang
dengan jumlah berlebihan;
menyisakan sedikit saja untuk
istri si juru masak. Tanpa
perhitungan istri selalu
menjadi koki terbaik untuk
suami. Mencatat dalam
memori makanan apa yang
disuka dan dibenci suami.
Dengan mengingat lima peran
ini, Umar kerap diam setiap
istrinya ngomel. Mungkin dia
capek, mungkin dia jenuh
dengan segala beban rumah
tangga di pundaknya. Istri
telah berusaha
membentenginya dari api
neraka, memelihara hartanya,
menjaga penampilannya,
mengasuh anak-anak,
menyediakan hidangan
untuknya. Untuk segala
kemurahan hati sang istri, tak
mengapa ia mendengarkan
keluh kesah buah lelah.
Umar hanya mengingat
kebaikan-kebaikan istri untuk
menutupi segala cela dan
kekurangannya. Bila istri
sudah puas menumpahkan
kata-katanya, barulah ia
menasehati, dengan cara yang
baik, dengan bercanda.
Hingga tak terhindar
pertumpahan ludah dan caci
maki tak terpuji.
Akankah suami-suami masa
kini dapat mencontoh perilaku
Umar ini. Ia tak hanya berhasil
memimpin negara tapi juga
menjadi imam idaman bagi
keluarganya.

Di Baca Yuuuuk Sobat......

Labels : Cerita Hikmah Pasar Batik Murah Solo Batik Cinta IBU

DAJJAL

Kriteria Dajjal
Tidak mungkin untuk
menyebutkan satu per satu
Hadis yang menerangkan
tentang Dajjal, karena sangat
banyak. Namun, berdasarkan
sekian banyak Hadis yang
memberi penjelasan cukup
detail mengenai sosok Dajjal,
dapat disimpulkan bahwa si
penjelajah bumi ini adalah
seorang Yahudi atau
serombongan pedagang yang
gagah perkasa, berambut
keriting seolah-olah di
kepalanya terdapat reranting
pohon, mata kanannya buta,
sedangkan mata kirinya tajam
bagaikan bintang, dan di
keningnya tertulis kâfirun
billâhi wa bi-rasûlihi (kafir
kepada Allah SWT dan Rasul-
Nya saw).
Dajjal akan muncul ke
permukaan jagat ini dengan
mengaku sebagai tuhan.
Orang yang mendengar
ucapannya, niscaya akan
menjadi pengikut setianya,
kecuali orang-orang yang
telah dijaga oleh Allah SWT.
Dia juga memiliki kehebatan
yang menyamai mukjizat para
nabi, seperti bisa
menghidupkan kembali orang
yang telah dia bunuh, bisa
membuat keindahan dan
kenikmatan yang luar biasa di
muka bumi, bisa menurunkan
hujan dari langit, juga bisa
menumbuhkan pepohonan
dalam sekejap mata.
Demikianlah di antara
kehebatan-kehebatannya yang
disinggung dalam Hadis.
Munculnya Dajjal
Di kala umat manusia sudah
tak lagi melakukan amar
ma'rûf nahi munkar, maka
pertumpahan darah
membanjiri hamparan jagat
raya ini, huru-hara dan
bencana silih berganti, tradisi
minuman keras, mabuk, dan
zina merajalela, lelaki biasa
melakukan sodomi dengan
sesama lelaki, perempuan
biasa melakukan lesbian
dengan sesama perempuan,
maka pada waktu itulah sang
huru-hara akhir zaman (Dajjal)
muncul dari arah timur
dengan mengendarai keledai.
Pada waktu itu pula, angin
berhembus seperti saat
pembasmian kaum Nabi Hud
as, terdengar dentuman keras
laksana suara yang telah
menghancurkan kaum Nabi
Shalih as, dan bumi memerah
laksana bara api melalap
umat manusia, sebagaimana
yang telah dialami oleh kaum
Nabi Syu ’aib as.
Bersamaan dengan
kemunculan Dajjal ini, masjid-
masjid menjadi kosong, tak
ada aktivitas ibadah di sana.
Orang-orang yang beriman
melaksanakan salat di
rumahnya masing-masing,
tidak lagi di masjid. Ular-ular
tak lagi diam di sarangnya.
Bumi bergoncang dengan
demikian dahsyatnya,
matahari kadang terbit
berwarna putih cerah,
kemerah-merahan, kadang
pula hitam pekat. Para
penyihir berkumpul menjadi
pengikut Dajjal, sang
pengelana dunia itu.
Kinerja Dajjal
Dajjal memang di-setting
khusus oleh Allah SWT untuk
menjadi pembasmi akidah dan
keimanan umat Islam di
penghujung kehidupan dunia.
Dia akan membujuk manusia
dengan menampakkan surga
yang sebenarnya adalah
neraka dan memperlihatkan
neraka yang pada hakikatnya
adalah surga. Dia akan bilang
kepada orang yang
dijumpainya: “Akan aku
persembahkan surga ini
kepada orang yang bersujud
kepadaku, dan orang yang
enggan sujud kepadaku maka
akan aku lempar dia ke
neraka. ”
Sesuai dengan gelar yang
dimilikinya sebagai al-masîh
(sang penjelajah), dia akan
berkelana mengitari dunia.
Ketika memasuki daratan
Babilonia dia akan berjumpa
dengan Nabi Khidhir as. Dajjal
bilang, “Aku adalah tuhanu!”.
Nabi Khidhir as menjawab,
“ Engkau dusta wahai Dajjal!”.
Dajjal membunuhnya seraya
berkata, “Berserulah kepada
Tuhanmu niscaya Dia akan
menghidupkanmu !”. Maka,
Nabi Khidhir hidup kembali
dan berkata kepada para
pengikut Dajjal: “Jangan kalian
sembah orang kafir terlaknat
ini !”. Lalu, Nabi Khidhir as
dibunuh lagi hingga tiga kali
dan dihidupkan kembali oleh
Allah SWT.
Setelah takluk di tangan Nabi
Khidhir as dan tidak mampu
mengalahkannya, maka
perkelanaannya dilanjutkan
ke kota Mekah, namun
sesampainya di sana Dajjal
melihat malaikat sedang
berbaris mengitarinya, lalu dia
beralih ke Madinah namun
sesampainya di sana dia
menyaksikan kejadian yang
sama dengan di Mekah.
Pembunuh Dajjal
Allah tidak mentakdirkan
Dajjal hidup berlama-lama di
bumi. Dalam Hadis panjang
yang diriwayatkan Imam
Muslim (nomor Hadis 5233)
dari Sahabat Abdullah bin Amr
ra dijelaskan, bahwa usia
dajjal di bumi ini hanya empat
puluh, tapi Abdullah bin Amr
ra tidak tahu apakah kata
empat puluh yang disabdakan
Rasulullah saw itu adalah
empat puluh hari, empat
puluh bulan, atau empat puluh
tahun?.
Dajjal adalah orang hebat
yang tak seorangpun mampu
membunuh dia. Namun di
penghujung hayatnya, segala
kekuatan dan kehebatan yang
dia miliki dicabut oleh Allah
dan tak lagi berguna. Pada
waktu itu Allah mengutus
Nabi Isa as sebagai seorang
pahlawan penyelamat
manusia dari kesadisan dan
kekejaman ‘iblis’ mata satu
itu. Nabi Isa as akan mencari
tempat Dajjal berada, lalu
membunuhnya dengan tangan
beliau yang mulia.

Di Baca Yuuuuk Sobat......

Labels : Cerita Hikmah Pasar Batik Murah Solo Batik Cinta IBU

KISAH TENTANG JIN

Dalam sebuah kitab karangan
Imam al-Ghazali menyebutkan
bahawa iblis laknatullah itu
sesungguhnya namanya
disebut sebagai al-Abid (ahli
ibadah) pada langit yang
pertama, pada langit yang
keduanya disebut az-Zahid.
Pada langit ketiga, namanya
disebut al-Arif. Pada langit
keempat, namanya adalah al-
Wali. Pada langit kelima,
namanya disebut at-Taqi. Pada
langit keenam namanya
disebut al-Kazin. Pada langit
ketujuh namanya disebut
Azazil manakala dalam Luh
Mahfudz, namanya ialah iblis.
Dia (iblis) lupa akibat
urusannya. Maka Allah s.w.t.
telah memerintahkannya
sujud kepada Adam. Lalu iblis
berkata, "Adakah Engkau
mengutamakannya daripada
aku, sedangkan aku lebih baik
daripadanya. Engkau jadikan
aku daripada api dan Engkau
jadikan Adam daripada
tanah." Lalu Allah s.w.t.
berfirman yang maksudnya,
" Aku membuat apa yang aku
kehendaki." Oleh kerana iblis
laknatullah memandang
dirinya penuh keagungan,
maka dia enggan sujud
kepada Adam a.s. kerana
bangga dan sombong. Dia
berdiri tegak sampai saatnya
malaikat bersujud dalam
waktu yang berlalu. Ketika
para malaikat mengangkat
kepala mereka, mereka
mendapati iblis laknatullah
tidak sujud sedang mereka
telah selesai sujud. Maka para
malaikat bersujud lagi bagi
kali kedua kerana bersyukur,
tetapi iblis laknatullah tetap
angkuh dan enggan sujud. Dia
berdiri tegak dan memaling
dari para malaikat yang
sedang bersujud. Dia tidak
ingin mengikut mereka dan
tidak pula dia merasa
menyesal atas
keengganannya.
Kemudian Allah s.w.t.
merubahkan mukanya pada
asalnya yang sangat indah
cemerlangan kepada bentuk
seperti babi hutan. Allah s.w.t.
membentukkan kepalanya
seperti kepala unta, dadanya
seperti daging yang menonjol
di atas punggung, wajah yang
ada di antara dada dan kepala
itu seperti wajah kera, kedua
matanya terbelah pada
sepanjang permukaan
wajahnya. Lubang hidungnya
terbuka seperti cerek tukang
bekam, kedua bibirnya seperti
bibir lembu, taringnya keluar
seperti taring babi hutan dan
janggut terdapat sebanyak
tujuh helai.
Setelah itu, lalu Allah s.w.t.
mengusirnya dari syurga,
bahkan dari langit, dari bumi
dan ke beberapa jazirah. Dia
tidak akan masuk ke bumi
melainkan dengan cara
sembunyi. Allah s.w.t.
melaknatinya sehingga ke hari
kiamat kerana dia menjadi
kafir. Walaupun iblis
laknatullah itu pada
sebelumnya sangat indah
cemerlang rupanya,
mempunyai sayap empat,
banyak ilmu, banyak ibadah
serta menjadi kebanggan para
malaikat dan pemukanya, dan
dia juga pemimpin para
malaikat karubiyin dan banyak
lagi, tetapi semua itu tidak
menjadi jaminan sama sekali
baginya.
Ketika Allah s.w.t. membalas
tipu daya iblis laknatullah,
maka menangislah Jibril
a.s.dan Mikail. Lalu Allah
s.w.t. berfirman yang
bermaksud, "Apakah yang
membuat kamu menangis?"
Lalu mereka menjawab, "Ya
Allah! Kami tidaklah aman
dari tipu dayamu." Firman
Allah s.w.t. bagi bermaksud,
"Begitulah aku. Jadilah engkau
berdua tidak aman dari tipu
dayaku ." Setelah diusir, maka
iblis laknatullah pun berkata,
"Ya Tuhanku, Engkau telah
mengusir aku dari Syurga
disebabkan Adam, dan aku
tidak menguasainya
melainkan dengan
penguasaan- Mu."
Lalu Allah s.w.t. berfirman
yang bermaksud, "Engkau
dikuasakan atas dia, yakni
atas anak cucunya, sebab
para nabi adalah maksum."
Berkata lagi iblis laknatullah,
"Tambahkanlah lagi untukku."
Allah s.w.t. berfirman yang
maksudnya, "Tidak akan
dilahirkan seorang anak
baginya kecuali tentu
dilahirkan untukmu dua
padanya ." Berkata iblis
laknatullah lagi,
"Tambahkanlah lagi untukku."
Lalu Allah s.w.t. berfirman
dengan maksud, "Dada-dada
mereka adalah rumahmu,
engkau berjalan di sana
sejalan dengan peredaran
darah ." Berkata iblis
laknatullah lagi,
"Tambahkanlah lagi untukku."
Maka Allah s.w.t. berfirman
lagi yang bermaksud, "Dan
kerahkanlah terhadap mereka
pasukan berkuda dan pasukan
yang berjalan kaki, ertinya
mintalah tolong menghadapi
mereka dengan pembantu-
pembantumu, baik yang naik
kuda mahupun yang berjalan
kaki. Dan berserikatlah
dengan mereka pada harta,
iaitu mendorong mereka
mengusahakannya dan
mengarahkannya ke dalam
haram."
"Dan pada anak-anak, iaitu
dengan menganjurkan mereka
dalam membuat perantara
mendapat anak dengan cara
yang dilarang, seperti
melakukan senggama dalam
masa haid, berbuat perkara-
perkara syirik mengenai anak-
anak itu dengan memberi
nama mereka Abdul Uzza,
menyesatkan mereka dengan
cara mendorong ke arah
agama yang batil, mata
pencarian yang tercela dan
perbuatan-perbuatan yang
jahat dan berjanjilah
mereka. " (Hal ini ada
disebutkan dalamsurah al-Isra
ayat 64 yang bermaksud :
"Gerakkanlah orang yang
engkau kuasai di antara
mereka dengan suara engkau
dan kerahkanlah kepada
mereka tentera engkau yang
berkuda dan yang berjalan
kaki dan serikanlah mereka
pada harta dan anak-anak dan
berjanjilah kepada mereka.
Tak ada yang dijanjikan iblis
kepada mereka melainkan
(semata-mata) tipuan."

Di Baca Yuuuuk Sobat......

Labels : Cerita Hikmah Pasar Batik Murah Solo Batik Cinta IBU

PAHLAWAN PERANG TAPI AHLI NERAKA

Suatu hari satu pertempuran
telah berlaku di antara pihak
Islam dengan pihak Musyrik.
Kedua-dua belah pihak
berjuang dengan hebat untuk
mengalahkan antara satu
sama lain. Tiba saat
pertempuran itu diberhentikan
seketika dan kedua-dua pihak
pulang ke markas masing-
masing. Di sana Nabi
Muhammad s.a.w. dan para
sahabat telah berkumpul
membincangkan tentang
pertempuran yang telah
berlaku itu. Peristiwa yang
baru mereka alami itu masih
terbayang-bayang di ruang
mata. Dalam perbincangan
itu, mereka begitu kagum
dengan salah seorang dari
sahabat mereka iaitu,
Qotzman. Semasa bertempur
dengan musuh, dia kelihatan
seperti seekor singa yang
lapar membaham mangsanya.
Dengan keberaniannya itu, dia
telah menjadi buah mulut
ketika itu.
"Tidak seorang pun di antara
kita yang dapat menandingi
kehebatan Qotzman," kata
salah seorang sahabat.
Mendengar perkataan itu,
Rasulullah s.a.w. pun
menjawab, "Sebenarnya dia
itu adalah golongan penduduk
neraka." Para sahabat
menjadi hairan mendengar
jawapan Rasulullah s.a.w. itu.
Bagaimana seorang yang
telah berjuang dengan begitu
gagah menegakkan Islam
boleh masuk dalam neraka.
Para sahabat berpandangan
antara satu sama lain apabila
mendengar jawapan
Rasulullah s.a.w. itu.
Rasulullah s.a.w. sedar para
sahabatnya tidak begitu
percaya dengan ceritanya,
lantas Baginda s.a.w. berkata,
"Semasa Qotzman dan Aktsam
keluar ke medan perang
bersama-sama, Qotzman telah
mengalami luka parah akibat
ditikam oleh pihak musuh.
Badannya dipenuhi dengan
darah. Dengan segera
Qotzman meletakkan
pedangnya ke atas tanah,
manakala mata pedang itu
pula dihadapkan ke dadanya.
Lalu dia terus membenamkan
mata pedang itu ke dalam
dadanya."
"Dia melakukan perbuatan itu
adalah kerana dia tidak tahan
menanggung kesakitan akibat
dari luka yang dialaminya.
Akhirnya dia mati bukan
kerana berlawan dengan
musuhnya, tetapi membunuh
dirinya sendiri. Melihatkan
keadaannya yang parah,
ramai orang menyangka yang
dia akan masuk syurga. Tetapi
dia telah menunjukkan dirinya
sebagai penduduk neraka."
Menurut Rasulullah s.a.w.
lagi, sebelum dia mati,
Qotzman ada mengatakan,
katanya, "Demi Allah aku
berperang bukan kerana
agama tetapi hanya sekadar
menjaga kehormatan kota
Madinah supaya tidak
dihancurkan oleh kaum
Quraisy. Aku berperang
hanyalah untuk membela
kehormatan kaumku. Kalau
tidak kerana itu, aku tidak
akan berperang."

Di Baca Yuuuuk Sobat......

Labels : Cerita Hikmah Pasar Batik Murah Solo Batik Cinta IBU
Category: 0 komentar

PENGUMPULAN AL-QUR'AN

PENGUMPULAN QUR'AN
LANGKAH PERTAMA
"Sesudah selesai
menghadapi peristiwa
Musailima - dalam
perang Ridda -
penyembelihan Yamama
telah menyebabkan kaum
Muslimin banyak yang mati,
di antaranya tidak sedikit
mereka
yang telah menghafal Qur'an
dengan baik. Ketika itu
Umar
merasa kuatir akan nasib
Qur'an dan teksnya itu;
mungkin
nanti akan menimbulkan
keragu-raguan orang bila
mereka yang
telah menyimpannya dalam
ingatan itu, mengalami suatu
hal
lalu meninggal semua. Waktu
itulah ia pergi menemui
Khalifah
Abu Bakr dengan
mengatakan: "Saya kuatir
sekali pembunuhan
terhadap mereka yang sudah
hafal Qur'an itu akan
terjadi
lagi di medan pertempuran
lain selain Yamama dan akan
banyak
lagi dari mereka yang akan
hilang. Menurut hemat saya,
cepat-cepatlah kita
bertindak dengan
memerintahkan
pengumpulan Qur'an."
"Abu Bakr segera
menyetujui pendapat itu.
Dengan maksud
tersebut ia berkata kepada
Zaid bin Thabit, salah seorang
Sekretaris Nabi yang besar:
"Engkau pemuda yang
cerdas dan
saya tidak meragukan kau.
Engkau adalah penulis wahyu
pada
Rasulullah s.a.w. dan kau
mengikuti Qur'an itu; maka
sekarang kumpulkanlah."
"Oleh karena pekerjaan ini
terasa tiba-tiba sekali di luar
dugaan, mula-mula Zaid
gelisah sekali. Ia masih
meragukan
gunanya melakukan hal itu
dan tidak pula menyuruh
orang lain
melakukannya. Akan tetapi
akhirnya ia mengalah juga
pada
kehendak Abu Bakr dan
Umar yang begitu mendesak.
Dia mulai
berusaha sungguh-sungguh
mengumpulkan surah-
surah dan
bagian-bagiannya dari
segenap penjuru, sampai
dapat juga ia
mengumpulkan yang tadinya
di atas daun-daunan, di atas
batu
putih, dan yang dihafal
orang. Setengahnya ada
yang
menambahkan, bahwa dia
juga mengumpulkannya dari
yang ada
pada lembaran-lembaran,
tulang-tulang bahu dan rusuk
unta
dan kambing. Usaha Zaid ini
mendapat sukses."
"Ia melakukan itu selama dua
atau tiga tahun terus-
menerus,
mengumpulkan semua
bahan-bahan serta
menyusun kembali
seperti yang ada sekarang ini,
atau seperti yang dilakukan
Zaid sendiri membaca Qur'an
itu di depan Muhammad,
demikian
orang mengatakan. Sesudah
naskah pertama lengkap
adanya,
oleh Umar itu
dipercayakan
penyimpanannya kepada
Hafsha,
puterinya dan isteri Nabi.
Kitab yang sudah dihimpun
oleh
Zaid ini tetap berlaku
selama khilafat Umar,
sebagai teks
yang otentik dan sah.
"Tetapi kemudian terjadi
perselisihan mengenai cara
membaca,
yang timbul baik karena
perbedaan naskah Zaid yang
tadi atau
karena perubahan yang
dimasukkan ke dalam naskah-
naskah itu
yang disalin dari naskah
Zaid. Dunia Islam cemas
sekali
melihat hal ini. Wahyu yang
didatangkan dari langit itu
"satu," lalu dimanakah
sekarang kesatuannya?
Hudhaifa yang
pernah berjuang di Armenia
dan di Azerbaijan, juga
melihat
adanya perbedaan Qur'an
orang Suria dengan orang
Irak."
"Maka yang sampai kepada
kita adalah Mushhaf Usman.
Begitu
cermat pemeliharaan atas
Qur'an itu, sehingga hampir
tidak
kita dapati -bahkan memang
tidak kita dapati- perbedaan
apapun dari naskah-naskah
yang tak terbilang
banyaknya, yang
tersebar ke seluruh penjuru
dunia Islam yang luas itu.
Sekalipun akibat terbunuhnya
Usman sendiri - seperempat
abad
kemudian sesudah
Muhammad wafat - telah
menimbulkan adanya
kelompok-kelompok yang
marah dan memberontak
sehingga dapat
menggoncangkan kesatuan
dunia Islam - dan memang
demikian
adanya - namun Qur'an yang
satu, itu juga yang selalu
tetap
menjadi Qur'an bagi
semuanya. Demikianlah,
Islam yang hanya
mengenal satu kitab itu ialah
bukti yang nyata sekali,
bahwa
apa yang ada di depan kita
sekarang ini tidak lain
adalah
teks yang telah dihimpun
atas perintah Usman yang
malang
itu.
"Agaknya di seluruh dunia ini
tak ada sebuah kitabpun
selain
Qur'an yang sampai
duabelas abad lamanya
tetap lengkap
dengan teks yang begitu
murni dan cermatnya.
Adanya cara
membaca yang berbeda-
beda itu sedikit sekali untuk
sampai
menimbulkan keheranan.
Perbedaan ini
kebanyakannya terbatas
hanya pada cara
mengucapkan huruf hidup
saja atau pada
tempat-tempat tanda
berhenti, yang sebenarnya
timbul hanya
belakangan saja dalam
sejarah, yang tak ada
hubungannya
dengan Mushhaf Usman."
"Sekarang, sesudah ternyata
bahwa Qur'an yang kita
baca
ialah teks Mushaf Usman
yang tidak berubah-ubah,
baiklah
kita bahas lagi: Adakah
teks ini yang memang
persis
bentuknya seperti yang
dihimpun oleh Zaid sesudah
adanya
persetujuan menghilangkan
segi perbedaan dalam cara
membaca
yang hanya sedikit sekali
jumlahnya dan tidak pula
penting
itu? Segala pembuktian yang
ada pada kita meyakinkan
sekali,
bahwa memang demikian.
Tidak ada dalam berita-berita
lama
atau yang patut dipercaya
yang melemparkan
kesangsian
terhadap Usman sedikitpun,
bahwa dia bermaksud
mengubah
Qur'an guna memperkuat
tujuannya. Memang benar,
bahwa Syi'ah
kemudian menuduh bahwa
dia mengabaikan beberapa
ayat yang
mengagungkan Ali. Akan
tetapi dugaan ini tak dapat
diterima
akal. Ketika Mushhaf ini
diakui, antara pihak Umawi
dengan
pihak Alawi (golongan
Mu'awiya dan golongan Ali)
belum
terjadi sesuatu perselisihan
faham. Bahkan persatuan
Islam
masa itu benar-benar
kuat tanpa ada bahaya
yang
mengancamnya. Di samping
itu juga Ali belum
melukiskan
tuntutannya dalam bentuknya
yang lengkap. Jadi tak
adalah
maksud-maksud tertentu
yang akan membuat
Usman sampai
melakukan pelanggaran yang
akan sangat dibenci oleh
kaum
Muslimin itu. Orang-orang
yang memahami dan hafal
benar
Qur'an seperti yang
mereka dengar sendiri
waktu Nabi
membacanya mereka masih
hidup tatkala Usman
mengumpulkan
Mushhaf itu. Andaikata ayat-
ayat yang mengagungkan
Ali itu
sudah ada, tentu
terdapat juga teksnya di
tangan
pengikut-pengikutnya yang
banyak itu. Dua alasan ini
saja
sudah cukup untuk
menghapus setiap usaha guna
menghilangkan
ayat-ayat itu. Lagi pula,
pengikut-pengikut Ali sudah
berdiri sendiri sesudah
Usman wafat, lalu mereka
mengangkat
Ali sebagai Pengganti."
"Dapatkah diterima akal -
pada waktu kemudian
mereka sudah
memegang kekuasaan -
bahwa mereka akan sudi
menerima Qur 'an
yang sudah terpotong-potong,
dan terpotong yang
disengaja
pula untuk menghilangkan
tujuan pemimpin mereka?!
Sungguhpun
begitu mereka tetap
membaca Qur'an yang juga
dibaca oleh
lawan-lawan mereka. Tak
ada bayangan sedikitpun
bahwa mereka
akan menentangnya. Bahkan
Ali sendiripun telah
memerintahkan
supaya menyebarkan naskah
itu sebanyak-banyaknya.
Malah ada
diberitakan, bahwa ada
beberapa di antaranya yang
ditulisnya
dengan tangannya sendiri."
"Memang benar bahwa
para pemberontak itu telah
membuat
pangkal pemberontakan
mereka karena Usman telah
mengumpulkan
Qur'an lalu memerintahkan
supaya semua naskah
dimusnahkan
selain Mushhaf Usman. Jadi
tantangan mereka ditujukan
kepada
langkah-langkah Usman
dalam hal itu saja, yang
menurut
anggapan mereka tidak boleh
dilakukan. Tetapi di balik itu
tidak seorangpun yang
menunjukkan adanya usaha
mau mengubah
atau menukar isi Qur'an.
Tuduhan demikian pada
waktu itu
adalah suatu usaha
perusakan terang-terangan.
Hanya kemudian
golongan Syi'ah saja yang
mengatakan itu untuk
kepentingan
mereka sendiri."
"Sekarang kita dapat
mengambil kesimpulan
dengan meyakinkan,
bahwa Mushhaf Usman itu
tetap dalam bentuknya
yang persis
seperti yang dihimpun oleh
Zaid bin Thabit, dengan lebih
disesuaikan bahan-bahannya
yang sudah ada lebih dulu
dengan
dialek Quraisy. Kemudian
menyisihkan jauh-jauh bacaan-
bacaan
selebihnya yang pada waktu
itu terpencar-pencar di
seluruh
daerah itu."

Di Baca Yuuuuk Sobat......

Labels : Cerita Hikmah Pasar Batik Murah Solo Batik Cinta IBU
Category: 0 komentar

Djokam Comunity: KISAH PERANG BADAR

Djokam Comunity: KISAH PERANG BADAR

Di Baca Yuuuuk Sobat......

Labels : Cerita Hikmah Pasar Batik Murah Solo Batik Cinta IBU
Category: 1 komentar

KISAH PERANG BADAR

Perang Badar terjadi pada 7
Ramadhan, dua tahun setelah
hijrah. Ini adalah peperangan
pertama yang mana kaum
Muslim (Muslimin) mendapat
kemenangan terhadap kaum
Kafir dan merupakan
peperangan yang sangat
terkenal karena beberapa
kejadian yang ajaib terjadi
dalam peperangan tersebut.
Rasulullah Shallalaahu 'alayhi
wa sallam telah memberikan
semangat kepada Muslimin
untuk menghadang khafilah
suku Quraish yang akan
kembali ke Mekkah dari
Syam. Muslimin keluar dengan
300 lebih tentara tidak ada
niat untuk menghadapi
khafilah dagang yang hanya
terdiri dari 40 lelaki, tidak
berniat untuk menyerang
tetapi hanya untuk menunjuk
kekuatan terhadap mereka.
Khafilah dagang itu lolos,
tetapi Abu Sufyan telah
menghantar pesan kepada
kaumnya suku Quraish untuk
datang dan
menyelamatkannya. Kaum
Quraish maju dengan pasukan
besar yang terdiri dari 1000
lelaki, 600 pakaian perang,
100 ekor kuda, dan 700 ekor
unta, dan persediaan
makanan mewah yang cukup
untuk beberapa hari.
Kafir Quraish ingin
menjadikan peperangan ini
sebagai kemenangan bagi
mereka yang akan
meletakkan rasa takut di
dalam hati seluruh kaum
bangsa Arab. Mereka hendak
menghancurkan Muslimin dan
mendapatkan keagungan dan
kehebatan. Banyangkan,
pasukan Muslimin dengan
jumlah tentara yang kecil
(termasuk 2 ekor kuda),
keluar dengan niat mereka
hanya untuk menghadang 40
lelaki yang tidak bersenjata
akan tetapi harus menghadapi
pasukan yang dipersiapkan
dengan baik -3 kali- dari
jumlah mereka. Rasulullah
SAW dengan mudah meminta
mereka Muslimin untuk
perang dan mereka tidak
akan menolak, akan tetapi,
beliau SAW ingin menekankan
kepada pengikutnya bahwa
mereka harus
mempertahankan keyakinan
dan keimanan dan untuk
menjadi pelajaran bagi kita.
Beliau SAW mengumpulkan
para sahabatnya untuk
mengadakan musyawarah.
Banyak di antara sahabat
Muhajirin yang memberikan
usulan, dengan menggunakan
kata-kata yang baik untuk
menerangkan dedikasi
mereka. Tetapi ada seorang
sahabat yaitu Miqdad bin Al-
Aswad ra., dia berdiri
dihadapan mereka yang masih
merasa takut dan berkata
kepada Rasulullah SAW,
"Ya Rasulullah (SAW)!, Kami
tidak akan mengatakan
kepadamu seperti apa yang
dikatakan oleh bani Israel
kepada Musa (AS), 'Pergilah
kamu bersama Tuhanmu,
kami duduk (menunggu) di sini
'( Dalam surah Al-Maidah).
Pergilah bersama dengan
keberkahan Allah dan kami
akan bersama dengan mu !".
Rasulullah SAW merasa
sangat suka, akan tetapi
Rasulullah hanya diam, beliau
menunggu dan beberapa
orang dari sahabat dapat
mengetahui keinginan Beliau
SAW. Sejauh ini hanya sahabat
Muhajirin yang telah
menyatakan kesungguhan
mereka, akan tetapi Beliau
menuggu para sahabat Anshor
yang sebagian besar tidak
hadir dalam baiat 'Aqaabah
untuk turut serta dalam
berperang melawan kekuatan
musuh bersama-sama
Rasulullah SAW di luar
kawasan mereka. Maka,
pemimpin besar sahabat
Anshor, Sa'ad bin Muadh
angkat bicara, "Ya Rasulullah
(SAW) mungkin yang engkau
maksudkan adalah kami".
Rasulullah SAW
menyetujuinya. S'ad kemudian
menyampaikan pidatonya
yang sangat indah yang mana
dia berkata,
"Wahai utusan Allah, kami
telah mempercayai bahwa
engkau berkata benar, Kami
telah memberikan kepadamu
kesetiaan kami untuk
mendengar dan thaat
kepadamu... Demi ALlah, Dia
yang telah mengutusmu
dengan kebenaran, jika
engkau memasuki laut, kami
akan ikut memasukinya
bersamamu dan tidaka ada
seorangpun dari kami yang
akan tertinggal di belakang...
Mudah-mudahan Allah akan
menunjukkan kepadamu yang
mana tindakan kami akan
menyukakan mu. Maka
Majulah bersama-sama kami,
letakkan kepercayaan kami di
dalam keberkahan Allah".
Rasulullah sangat menyukai
apa yang disampaikan dan
kemudian beluai bersabda,
"Majulah ke depan dan
yakinlah yang Allah telah
menjajikan kepadaku satu dari
keduanya (khafilah dagang
atau perang), dan demi Allah,
seolah olah aku telah dapat
melihat pasukan musuh
terbaring kalah". Pasukan
Muslimin bergerak maju dan
kemudian berhenti sejenak di
tempat yang berdekatan
dengan Badar (tempat paling
dekat ke Madinah yang
berada di utara Mekkah).
Seorang sahabat bernama, Al-
Hubab bin Mundhir ra.,
bertanya kepada Rasulullah
SAW, " Apakah ALlah
mewahyukan kepadamu untuk
memilih tempat ini atau ianya
strategi perang hasil
keputusan musyawarah?".
Rasulullah SAW bersabda, "Ini
adalah hasil strategi perang
dan keputusan musyawarah".
Maka Al-Hubab telah
mengusulkan kembali kepada
Rasulullah SAW agar pasukan
Muslimin sebaiknya
bermarkas lebih ke selatan
tempat yang paling dekat
dengan sumber air, kemudian
membuat kolam persediaan
air untuk mereka dan
menghancurkan sumber air
yang lain sehingga dapat
menghalang orang kafir
Quraish dari mendapatkan air.
Rasulullah SAW menyetujui
usulan tersebut dan
melaksanakannya [*].
Kemudian Sa'ad bin Muadh
mengusulkan untuk
membangun benteng untuk
Rasulullah SAW untuk
melindungi beliau dan sebagai
markas bagi pasukan
Muslimin. Rasulullah SAW dan
Abu Bakar ra. tinggal di
dalam benteng sementara
Sa'ad bin Muadh dan
sekumpulan lelaki
menjaganya.
Rasulullah SAW telah
menghabiskan sepanjang-
panjang malam dengan
berdoa dan beribadah
walaupun beliau
SAWmengetahui bahwa Allah
ta'ala telah menjanjikannya
kemenangan. Ianya melebihi
cintanya dan
penghambaannya dan
penyerahandiri kepada Allah
ta'ala dengan ibadah yang
Beliau SAW kerjakan. Dan
ianya telah dikatakan sebagai
bentuk tertinggi dari ibadah
yang dikenal sebagai 'ainul
yaqiin.

Di Baca Yuuuuk Sobat......

Labels : Cerita Hikmah Pasar Batik Murah Solo Batik Cinta IBU
Search Terms : good template blogger Download template blogger Free Blogger template Free Template for BLOGGER Free template sexy Free design Template theme blogspot free free classic bloggerskin download template blog car